Satu-satunya di Indonesia, Dosen Undana Terpilih Ikuti Diklat Panas Bumi di New Zealand
KUPANG, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengukuhkan posisinya sebagai institusi rujukan energi baru terbarukan setelah terpilih menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang mengirimkan delegasi dalam short course geothermal di University of Auckland, New Zealand. Utusan tunggal tersebut adalah Adept Titu Eki, S.T., M.Sc., dosen Teknik Pertambangan yang akan mendalami teknologi panas bumi selama lima minggu di Negeri Kiwi.
Kesempatan eksklusif ini merupakan realisasi kerja sama strategis antara Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana dengan Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM RI. Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat literasi energi, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi percepatan pembukaan Program Studi (Prodi) Teknik Geologi di Undana.

Kepercayaan Tunggal dari Kementerian ESDM
Koordinator Prodi Teknik Pertambangan FST Undana, Noni Banunaek, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa status Undana sebagai satu-satunya wakil Indonesia merupakan bentuk kepercayaan besar dari pemerintah pusat. Sebelumnya, 20 dosen dari berbagai perguruan tinggi nasional mengikuti pelatihan tahap awal di Jakarta dan Bandung, namun untuk tahap internasional di New Zealand, kepercayaan tersebut jatuh ke tangan Undana.

“Hanya Undana yang terpilih mengirimkan dosen untuk program lima minggu ini. Seluruh fasilitas ditanggung oleh Direktorat Panas Bumi. Ini adalah peluang emas sekaligus pengakuan atas potensi Undana dalam pengembangan ilmu kebumian,” ujar Noni, Jumat (10/4/2026).
Misi Pembukaan Prodi Teknik Geologi
Dekan FST Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc.,Ph.D, menegaskan bahwa pengiriman dosen ini adalah langkah taktis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) demi lahirnya Prodi Teknik Geologi. Prodi baru ini nantinya akan berada di bawah naungan FST dan diproyeksikan menjadi pusat kajian kebumian di wilayah timur Indonesia.
“Kami sangat berharap sekembalinya Pak Adept dari New Zealand, proses pembukaan Prodi Teknik Geologi dapat segera diakselerasi. NTT memiliki potensi panas bumi yang luar biasa yang membutuhkan tenaga ahli lokal yang kompeten,” tutur Prof. Philiphi.
Fokus pada Potensi Panas Bumi Flores
Adept Titu Eki, yang merupakan alumnus Royal Holloway University of London, terpilih setelah melalui seleksi ketat oleh Kementerian ESDM dan pihak beasiswa New Zealand. Ia menilai, ilmu yang didapat dari University of Auckland akan sangat relevan untuk mengelola kekayaan alam NTT, khususnya Pulau Flores yang dikenal sebagai salah satu lumbung panas bumi terbesar di Indonesia.


“Tujuan utama saya adalah membawa pulang keahlian baru yang bisa diterapkan untuk pembangunan daerah. Geothermal adalah masa depan energi kita, dan pembukaan Prodi Teknik Geologi akan menjadi wadah bagi generasi muda NTT untuk menguasai teknologi tersebut,” ungkap Adept.
Sinergi antara Undana, Kementerian ESDM, Kedutaan Besar New Zealand, dan University of Auckland ini diharapkan mampu mencetak pemimpin teknis yang mampu mengubah potensi alam menjadi kedaulatan energi bagi Nusa Tenggara Timur di masa depan. (Ing)***




Komentar