GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Gubernur Melki Tegaskan Keluarga adalah Rumah Utama Pembentukan Kualitas SDM dan Penanganan Masalah Sosial

Gubernur Melki Tegaskan Keluarga adalah Rumah Utama Pembentukan Kualitas SDM dan Penanganan Masalah Sosial

Buka RAKORDA BANGGA KENCANA 2026, Gubernur Melki Tegaskan Keluarga adalah Rumah Utama Pembentukan Kualitas SDM dan Penanganan Masalah Sosial

KUPANG, NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) dan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 pada Kamis (16/4/2026) bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT.

Turut hadir secara langsung pada kegiatan tersebut :

  • Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, Provinsi NTT Faisal Fahmi,
  • Kepala BPS Provinsi NTT Matamira Kale,
  • Kadis Minpres Kodaeral VII Kupang Sugiarto,
  • Kabid Dokkes Polda NTT Hery Purwanto,
  • Kadispers Lanud Eltari Burhanudin,
  • Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT Iien Adriany,
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ruth Lasikodat,
  • Kadis Kesehatan kabupaten/kota se-NTT,
  • Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten/kota se-NTT,
  • Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Nyigit Wudi Amini yang hadir secara virtual.

Gubernur Melki dalam sambutannya menyampaikan RAKORDA BANGGA KENCANA merupakan agenda strategis untuk membahas pentingnya peran keluarga dalam dalam pembentukan SDM dan mengatasi berbagai masalah sosial.

Lepas Peserta Kukerta UPG 1945 NTT, Gubernur Melki Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di NTT

Ia menyebutkan bahwa saat ini peran-peran sentral dan utama dari keluarga sudah mulai pudar, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.

Lebih lanjut Gubernur Melki juga menyebutkan bahwa masalah-masalah sosial yang saat ini terjadi adalah dampak dari masalah yang ada di dari dalam keluarga.

Selain itu Gubernur Melki juga memberikan perhatian khusus terkait data peningkatan angka kelahiran di Provinsi NTT.

Jelajahi Flores, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undana Tebar Inspirasi lewat “Kemah Kerja Berdampak”

Selain itu Gubernur Melki juga menyampaikan pentingnya memperbaiki data-data terkait stunting dan kemiskinan agar berbagai program dan bantuan yang disiapkan oleh pemerintah menjadi tepat sasaran.

Menutup sambutannya Gubernur Melki berharap agar rapat koordinasi daerah ini dapat memberikan hasil konkret dan memberikan solusi serta dapat diterapkan kedepannya.

Bupati Lembata Tegaskan Tidak Tolerir Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Desa Atuwalupang, Polsek Buyasuri Palang Lokasi

Sementara itu Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTT Faisal Fahmi dalam laporannya menyampaikan Program Bangga Kencana merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional yang berperan penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Program ini merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional yang berperan penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, berdaya saing, serta berkarakter. Keluarga sebagai unit sosial terkecil memiliki posisi sentral dalam membentuk kualitas manusia Indonesia sejak tahap paling awal dalam siklus kehidupan,” ungkapnya.

Kemudian Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Nyigit Wudi Amini yang hadir secara virtual menyebutkan melalui rapat ini, pemerintah pusat ingin memastikan bahwa Program Bangga Kencana dapat dilaksanakan hingga seluruh pelosok daerah di wilayah NTT.

“Sebagai perwakilan pemerintah pusat, kami ingin memastikan bahwa Program Bangga Kencana dapat terlaksana di seluruh wilayah NTT terutama di wilayah pelosok,” tuturnya.

Sebagai rangkaian dari rapat tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen kinerja program kependudukan dan pembangunan keluarga tahun 2026 antara BKKBN Provinsi NTT dan Pimpinan OPD yang mengurus Keluarga Berencana di 22 kabupaten/kota se-NTT.

Selain itu juga ditandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, serta kerja sama dengan mitra seperti Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Sepe Tree Learning Day Care.

Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah daerah. Untuk kategori penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan berkualitas tingkat kabupaten/kota tahun 2025 diberikan kepada Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sikka. Sementara penghargaan pengelolaan DAK sub bidang KB diberikan kepada Kabupaten Sumba Barat Daya (kategori pagu sedang) dan Kabupaten Alor (kategori pagu rendah). Apresiasi juga diberikan atas keberhasilan penyusunan dokumen pembangunan kependudukan kepada Pemerintah Provinsi NTT.

#AyoBangunNTT.

Penulis: Charles Gunawan
Foto : Meldo Nailopo
Video : Riky Nengga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *