GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Dorong Peningkatan Realisasi PBB-P2, Para Camat, Lurah Dan Kepala Desa Tanda Tangan Pernyataan Kinerja

Dorong Peningkatan Realisasi PBB-P2, Para Camat, Lurah Dan Kepala Desa Tanda Tangan Pernyataan Kinerja

Dorong Peningkatan Realisasi PBB-P2, Para Camat, Lurah Dan Kepala Desa Tanda Tangan Pernyataan Kinerja

SIKKA – Rapat Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 di Aula Egon, Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Rabu (6/5/2026) yang dipimpin Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi ditindaklajuti dengan penandatanganan Pernyataan Kinerja oleh para camat, lurah, dan kepala desa/penjabat kepala desa. Penandatanganan ini sebagai komitmen mengejar target capaian 40% pada triwulan 2. Dalam pernyataan kinerja tersebut, para camat, lurah dan kepala desa menyatakan kesanggupan untuk melakukan penagihan PBB-P2 tahun 2026 serta tunggakan tahun sebelumnya minimal sebesar 40 persen dari target hingga akhir Juni 2026.

Selain itu, para pihak juga menyatakan kesiapan menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku apabila tidak mencapai target yang telah disepakati.

Penandatanganan pernyataan kinerja ini diwakili oleh tiga perwakilan, yakni Camat Waigete Policarpus M.Mana, Lurah Wailiti Maria Anita Yuniati, dan Penjabat Kepala Desa Takaplager Hendrikus Raga.

Capaian Realisasi PBB-P2

Lepas Peserta Kukerta UPG 1945 NTT, Gubernur Melki Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di NTT

Dalam rapat evaluasi ini, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka, Yoseph Benyamin, memaparkan capaian realisasi PBB-P2 hingga 30 April 2026 yang baru mencapai 12,59 persen dari total target Rp7,95 miliar. Realisasi penerimaan yang berhasil dihimpun tercatat sekitar Rp1 miliar lebih.

Yoseph Benyamin memaparkan capaian realisasi per kecamatan, yakni, Kecamatan Bola mencatatkan realisasi tertinggi dengan 18,82 persen, disusul Mapitara (17,60 persen), Nita (16,09 persen), dan Alok (15,50 persen). Sementara itu, kecamatan dengan capaian menengah antara lain Doreng (14,91 persen), Alok Timur (14,44 persen), Waigete (14,20 persen), dan Paga (14,02 persen).

Di sisi lain, lanjut Yoseph Benyamin, sejumlah kecamatan masih menunjukkan capaian rendah. Kecamatan Tanawawo tercatat belum memiliki realisasi (0 persen), diikuti Palue (0,02 persen) dan Nelle (2,25 persen). “Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena mencerminkan belum optimalnya proses penagihan di lapangan”, kata Yoseph Benyamin.

Yoseph Benyamin menegaskan pentingnya peran camat, lurah, kepala desa, serta petugas pemungut dalam mendorong peningkatan penerimaan pajak daerah. Ia juga mengingatkan agar pengawasan terhadap proses penagihan dan penyetoran terus diperkuat guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Jelajahi Flores, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undana Tebar Inspirasi lewat “Kemah Kerja Berdampak”

Dengan capaian yang masih berada di angka 12,59 persen, dibutuhkan kerja keras serta kolaborasi seluruh pihak agar target penerimaan PBB-P2 Tahun 2026 dapat tercapai sesuai harapan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *