Sinergi Industri Kreatif, Undana dan Beta Print Jajaki Kerja Sama Magang Berbasis Teknologi
KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat koneksi antara dunia akademik dan dunia industri melalui penjajakan kerja sama strategis bersama Beta Print. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan program magang mahasiswa serta integrasi praktisi industri kreatif ke dalam lingkungan kampus guna mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi yang melibatkan Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana bersama perwakilan Program Studi Administrasi Negara, Administrasi Bisnis, dan Teknik Arsitektur di Ruang Rapat BPKS, Kamis (21/5/2026).
Menjembatani Teori dan Realitas Industri
Sub Koordinator Kerja Sama Undana, Happy Y. Haning, S.Si., menegaskan bahwa Undana berkomitmen menyediakan ruang bagi pelaku industri untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Kehadiran praktisi dinilai krusial agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga memahami dinamika nyata di lapangan kerja.

“Kami sangat terbuka bagi dunia industri untuk masuk dan membuka wawasan mahasiswa. Sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami kondisi nyata dunia kerja melalui pengalaman langsung bersama para praktisi,” ujar Happy.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Beta Print, Christopher Samara, mengungkapkan bahwa industri saat ini membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dan kreatif. Ia menilai mahasiswa generasi sekarang memiliki potensi besar karena tumbuh di era digital, sehingga lebih mudah diarahkan untuk menguasai teknologi industri terkini.
Transformasi Teknologi dan Kecerdasan Buatan
Dalam pemaparannya, Christopher menjelaskan bahwa Beta Print kini telah bertransformasi dari sekadar bidang percetakan menjadi industri kreatif berbasis teknologi. Perusahaan tersebut kini merambah desain interior kustom hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam sistem produksi.

“Kami ingin menghadirkan tempat belajar yang bukan sekadar toko, melainkan sebuah ekosistem industri kreatif. Kami berharap mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana teknologi dan kreativitas berpadu dalam dunia kerja profesional,” kata Christopher.
Selain program magang, pertemuan ini juga membahas peluang program “Praktisi Mengajar” dan seminar industri. Langkah ini memungkinkan pelaku industri terlibat langsung dalam kurikulum pembelajaran guna memperkecil celah antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Payung Hukum dan Implementasi Nyata
Kerja sama ini nantinya akan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung hukum utama. Selanjutnya, komitmen tersebut akan diturunkan ke dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation of Agreement (IA) yang lebih teknis pada tingkat program studi.

Pihak Undana menekankan bahwa sinergi ini harus melampaui dokumen administratif. Fokus utama kolaborasi ini adalah implementasi lapangan yang konsisten, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, inovatif, dan berdaya saing di industri kreatif nasional. (IyL)
Editor : Ollien Manggol – Foto : Djufandy Leo Kana


Komentar