Dua hari (7-8/9/2025) wilayah Kabupaten Ende di guyur hujan deras. Curah hujan yang cukup tinggi dan tak henti selama dua hari tersebut mengakibatkan terjadinya luapan air dari jalur drainase. Luapan air menyebabkan beberapa ruas jalan dan saluran tertimbun sampah, lumpur, hemparan pasir dan kerikil kecil.
Curah hujan yang tinggi juga menimbulkan tekanan air pada tanah. Dampak dari tekanan air yang kuat menyebabkan tembok salah satu rumah warga di kelurahan Onelako jebol.
Jebolnya tembok tersebut diperkirakan terjadinya penyumbatan air. Sirkulasi air yang tersumbat pada dinding tembok tersebut adalah faktor jebolnya tembok tersebut yang ketinggiannya diperkirakan sekitar 3 M (tiga meter) yang terbagi dalam 2 (dua) trap.
Kejadian tersebut terjadi pada rumah warga Haris A. Mejid yang berlokasikan di RW:008, Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona.
Lurah Onelako; Arifin Lele ketika dimintai keterangan menerangkan bahwa; Jebolnya tembok di wilayah Kelurahan Onelako sudah sering terjadi di saat musim hujan. Ada beberapa wilayah di beberapa RW/RT sering kali mengalami kejadian yang sama.

Lurah Onelako : Arifin Lele
“Oleh karena itu saya menegaskan kepada warga ataupun masyarakat umum di Kelurahan Onelako khususnya, untuk selalu berhati-hati dan waspada di saat musim hujan. Disaat musim hujan agar tidak berdiri di sekitar tembok rumah warga ataupun tembok penahan jalan umum; Kata Arifin Lele”. (Red.)



Komentar