Rektor Undana Tekankan Internasionalisasi Kampus dalam Rapat Koordinasi Internal UPT Bahasa
KUPANG : PELITADESANTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat langkah menuju internasionalisasi kampus melalui penguatan layanan kebahasaan. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara pimpinan universitas dan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Undana yang dilaksanakan pada Kamis (05/02/26) di Ruang Rapat UPT Bahasa Undana.
Soroti Kesiapan Layanan dan Tuntutan Akreditasi Internasional
Mengawali rapat, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si menyampaikan bahwa pimpinan universitas ingin melihat secara langsung kondisi serta kesiapan UPT Bahasa dalam mempersiapkan layanan kebahasaan pada semester genap. Ia menekankan bahwa peran UPT Bahasa menjadi semakin strategis seiring dengan meningkatnya tuntutan mutu akademik dan implementasi rekomendasi akreditasi internasional. “Beberapa akreditasi internasional menyarankan agar dilakukan pelatihan bahasa Inggris secara intensif dan rutin bagi dosen dan mahasiswa,” ungkap Prof. Annytha.
Sejalan dengan hal tersebut, ia menegaskan kewajiban penggunaan bahasa Inggris dalam presentasi mata kuliah maupun seminar akademik sebagai bagian dari pembiasaan atmosfer akademik bertaraf internasional. “Tentunya kami mengharapkan teman-teman di Pusat Bahasa yang akan mendampingi pelaksanaan kebijakan ini,” lanjutnya.
Prof. Annytha juga mendorong inisiasi pembukaan kelas bahasa Inggris bagi mahasiswa, tidak hanya sebagai tindak lanjut rekomendasi akreditasi ASIIN, tetapi juga sebagai salah satu program strategis UPT Bahasa yang dapat dikembangkan secara luas dan berpotensi mendatangkan pendapatan bagi universitas.
Selain itu, ia menyinggung optimalisasi Mandarin Center Undana. Menurutnya, apabila telah beroperasi secara maksimal, Mandarin Center dapat membuka peluang pengembangan pusat-pusat pelatihan bahasa asing lainnya yang sedang tren maupun dibutuhkan masyarakat, seperti bahasa Prancis, Jepang, dan Korea, dengan konsep pengelolaan yang serupa.
Dukungan Program dan Kebutuhan Fasilitas
Menanggapi arahan pimpinan universitas, Drs. Yosep B. Kroon, M.A., Ph.D selaku Kepala UPT Bahasa Undana, menyampaikan kesiapan unitnya dalam mendukung kebijakan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan akademik. Ia menjelaskan bahwa UPT Bahasa telah menyepakati skema pendampingan dosen melalui program tutoring bagi mahasiswa. “Kami sudah sepakat untuk menyiapkan insentif bagi dosen yang berkenan memberikan tutoring kepada mahasiswa, dengan durasi dua jam setiap pertemuan,” jelasnya.
Dalam rangka mendukung program peningkatan literasi yang dicanangkan universitas, ia menginformasikan bahwa UPT Bahasa menerima sumbangan buku dari Indonesian Australian Language Foundation (IALF). Sebagai bentuk tindak lanjut, salah satu ruangan di lantai dua akan dialihfungsikan menjadi ruang baca. “Kami telah menyepakati untuk mengubah salah satu ruangan di lantai dua agar dapat digunakan sebagai ruang baca,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap kursus bahasa Inggris, khususnya dari kalangan orang tua. Namun, pertimbangan lokasi kampus Penfui yang dinilai kurang strategis serta keselamatan anak menjadi kendala utama. “Kami ingin berdiskusi dengan Dekan FKIP agar dapat diberi izin menggunakan satu atau dua ruangan di Program Studi PGSD di wilayah Walikota sebagai tempat kursus,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menuturkan keinginan IALF Bali agar UPT Bahasa Undana dapat menjadi penyelenggara tes IELTS. Saat ini, tes IELTS tidak hanya tersedia secara luring, tetapi juga secara daring melalui sistem computer delivered. Namun, keterbatasan fasilitas pendukung seperti komputer dan laptop dengan spesifikasi memadai serta laboratorium tes masih menjadi kendala. “Jika berkenan, kami mohon agar rektor dapat memfasilitasi kami dengan sarana pendukung tersebut,” ujarnya.
Apresiasi Kinerja dan Komitmen Dukungan Pimpinan
Menutup rangkaian rapat, rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran UPT Bahasa yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan Undana.“Kami ucapkan terima kasih atas kepemimpinan Kepala Pusat Bahasa. Kami menilai ini salah satu unit yang paling memberikan kontribusi bagi perkembangan di Undana,” tuturnya.
Prof. Jefri menegaskan komitmen pimpinan universitas untuk mendorong tata kelola organisasi yang lebih baik dengan menekankan tiga prinsip utama, yakni ketepatan, kecepatan, dan inisiatif. “Ini menjadi sangat penting bagi kita untuk bisa mendukung kinerja Kepala UPT Bahasa, dan sebenarnya inisiatif inilah yang kami inginkan,” tegasnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, rektor mendorong agar inisiatif-inisiatif UPT Bahasa, seperti penyediaan kelas bahasa Inggris dan ruang baca, dapat disosialisasikan secara lebih luas melalui berbagai kanal resmi milik Undana. Ia juga menyampaikan bahwa ruang baca yang diinisiasi oleh UPT Bahasa dapat dimanfaatkan sebagai indikator pemenuhan aktivitas akademik delapan jam per minggu. “Jadi tidak hanya di perpustakaan, tetapi juga di ruang baca yang ada di tiap unit,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Prof. Jefri mengungkapkan rencana pelaksanaan dan penambahan sarana pembelajaran bahasa Inggris pada Program Studi PGSD FKIP Undana. Ia juga menyatakan akan menerbitkan surat edaran kepada Dekan FKIP terkait pemanfaatan ruang oleh UPT Bahasa serta mendukung pengadaan sarana pendukung berupa 30 unit komputer atau PC baru.
Menutup arahannya, rektor mengajak seluruh jajaran UPT Bahasa untuk terus mendukung kebijakan dan program universitas yang telah ditetapkan. “Kebijakan yang kami keluarkan ini murni untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Undana,” pungkasnya.
Ollien Manggol


Komentar