Anyaman Tradisinal Masyarakat Lio Ende
PELITADESANTT.COM – Nana rawi merupakan suatu kegiatan menganyam yang dilakukan masyarakat Lio Ende dengan teknik tradisional yang berbahan baku dari alam seperti daun lontar, daun gebang, dan lain-lain. Proses mengayam ini merupakan peradaban budaya dari leluhur yang diwariskan sampai saat ini. kegiaatan menganyam secara tradisional ini merupakan kearifan lokal serta kekayaan budaya yang harus dikembangkan di era modern ini.
Di desa Mukusaki, Kecamatan Wewaria, Kab.Ende kegiatan menganyam dengan berbahan baku lokal ini masih dilakukan oleh mama- mama untuk mengisi waktu luang. Mereka mengayam ketika istirahat kerja ataupun ketika tidak ada aktivitas harian. Banyak hasil anyaman dari daun lontar maupun gebang yang digunakan masyarakat setempat. Adapun hasilnya seperti , kombu ( keranjang), wati,mbola, dan rembi yang memilki nilai guna dan nilai estetis bagi masyarakat. Anyaman lokal ini dibuat dengan berbagai jenis ukuran. Jika ada kesempatan tak banyak masyarakat setempat yang membeli hasil anyaman dengan harga yang standar.

Ketika ditanya mengenai hambatan dalam proses penganyaman ini menurut ibu Bergita yang adalah salah satu pengrajin anyaman lokal ini mengatakan: ada hal- hal yang mengambat kegiatan menganyam tradisional ini seperti sumber bahan baku dan proses pengerjaan yang cukup memakan waktu yang lama serta hambatan lain yaitu pemasaran hasil anyaman.
Menjawab hambatan- hambatan diatas perlu adanya kerjasama masyrakat setempat maupun pemerintah untuk mengatasinya. Hal yang lebih fokus untuk menjadi perhatian kita bersama adalah pemasaran hasil anyaman lokal, sehingga memiliki nilai ekonomis guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Terlepas dari hambatan- hambatan diatas adapun hal- hal yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana untuk memberdayakan masyarakat dalam mencintai produk lokal Lio Ende ini mulai dari peroses menganyam sampai pada mempromosikan hasil anyaman dizaman modern ini? Perlu adanya tindakan bersama baik pemerintah maupun pihak lain dalamm pemberdayan dan pendampingan masyarakat lokal terutama anak muda untk belajar menganyam dan mencintai kegiatan ini sebagai bentuk rasa cinta terhadap kearifan budaya kita.***
(Pd.V.AL)


Komentar