Era Baru Akpol 2026: Seleksi ‘BETAH’ Tegas Diterapkan, Polda NTT Buktikan Lulusan Terbaik Murni Prestasi!
KUPANG – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan proses rekrutmen yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) untuk penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026.
Penegasan ini datang langsung dari Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Kapolri, Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., yang secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran SDM dan Humas Polda se-Indonesia untuk menjaga integritas seleksi dan menutup rapat celah penyimpangan. Arahan penting ini disampaikan secara virtual pada Minggu (7/6/2026) dan segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polda NTT.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Karo SDM Polda NTT Kombes Pol. Dr. H. Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum., serta Panitia Daerah (Panda) Polda NTT, memastikan bahwa setiap tahapan seleksi di wilayah Nusa Tenggara Timur dilaksanakan dengan ketat, objektif, dan terbuka.
Pendekatan humanis tetap menjadi prioritas, sejalan dengan semangat ‘Polda NTT Penuh Kasih’.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan, “Polda NTT berkomitmen penuh menjalankan seluruh tahapan seleksi berdasarkan prinsip BETAH. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan dan hasil tes yang diperoleh.”

Komitmen ini membuahkan hasil nyata. Dari seleksi yang berlangsung transparan, tujuh peserta terbaik asal NTT—terdiri dari enam putra dan satu putri—berhasil lolos dan akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengikuti seleksi tingkat pusat.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTT, membuktikan bahwa putra-putri daerah mampu bersaing secara kompetitif melalui mekanisme seleksi yang profesional dan objektif.
Secara nasional, data sidang kelulusan menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II menunjukkan bahwa dari 2.959 peserta Akpol 2026, sebanyak 513 peserta (468 pria dan 45 wanita) dinyatakan lulus terpilih.
AS SDM Kapolri juga menegaskan bahwa rekrutmen Akpol 2026 hanya menggunakan satu jalur reguler nasional, tanpa kuota khusus, titipan, atau jalur tambahan lainnya.
“Pesan AS SDM Kapolri sangat jelas, rekrutmen Polri harus benar-benar bersih dan bebas dari praktik KKN. Yang lulus adalah peserta terbaik berdasarkan hasil seleksi yang objektif, bukan karena faktor lain,” jelas Kabidhumas.
Untuk mencegah praktik penipuan, Polda NTT terus melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat.
“Instruksi AS SDM Kapolri dan Kapolda NTT sangat tegas. Setiap tahapan seleksi harus dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menutup ruang bagi praktik percaloan,” tambah Kombes Pol. Henry.
Proses seleksi juga diawasi secara internal dan melibatkan pengawas eksternal untuk menjamin profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Sebagai pengingat penting, Kabidhumas kembali menegaskan kepada seluruh masyarakat dan orang tua peserta bahwa seluruh proses penerimaan Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 tidak dipungut biaya alias gratis.
“Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Prestasi, kemampuan, serta kerja keras peserta menjadi satu-satunya penentu keberhasilan,” tegasnya.
Melalui keberhasilan meloloskan tujuh putra-putri terbaik NTT ke tingkat pusat, Polda NTT membuktikan bahwa prinsip BETAH bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan rekrutmen Polri yang berintegritas serta melahirkan calon-calon perwira yang profesional, unggul, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.****
Sumber : Humas Polda NTT
Editor : Redaksi PelitadesaNTT.com


Komentar