Kisah Haru Marciano: Dari Kaos Kaki Arang hingga Bantuan Penuh Kasih Kapolda NTT
Timor Tengah Selatan, 5 Juni 2026 – Sebuah kisah inspiratif tentang keteguhan seorang anak dan kasih sayang seorang ayah di tengah keterbatasan ekonomi telah menyentuh hati ribuan warganet.
Video viral di TikTok yang memperlihatkan Yanto Tefi, seorang ayah dari Desa Lanu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mengoleskan arang bekas pembakaran ke kaki anaknya, Marciano Tefi, agar terlihat seperti mengenakan kaos kaki sebelum berangkat ke sekolah, menjadi simbol perjuangan dan harapan.
Video yang mengharukan ini dengan cepat menarik perhatian publik, mengungkap realitas perjuangan keluarga sederhana yang berupaya keras memenuhi kebutuhan pendidikan anak mereka.
Kisah ini pun sampai ke telinga Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang segera menunjukkan kepeduliannya dengan menginstruksikan Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H., untuk memberikan bantuan.
Sebagai wujud nyata komitmen Polri terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda, jajaran Polsek Amanatun Selatan mendatangi kediaman keluarga Yanto Tefi pada Jumat (5/6/2026).
Mereka menyerahkan satu paket lengkap perlengkapan sekolah kepada Marciano, yang meliputi tas, seragam, sepatu, kaos kaki, topi, dasi, ikat pinggang, serta alat tulis.
Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan cerminan kepedulian Polri terhadap anak-anak dengan semangat belajar yang tinggi, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Kami melihat ada semangat luar biasa dari Marciano untuk tetap bersekolah. Di sisi lain, kami juga melihat kasih sayang seorang ayah yang berusaha melakukan apa saja agar anaknya tetap bisa mengikuti kegiatan belajar seperti teman-temannya. Hal seperti ini tentu mengetuk hati kita semua,” ujar AKBP Hendra Dorizen.
Bantuan ini merupakan bagian dari program Polri Peduli Pendidikan, yang bertujuan untuk meringankan beban keluarga kurang mampu dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan motivasi kepada Marciano untuk terus belajar dan meraih cita-citanya,” tambahnya.
Suasana haru menyelimuti momen penyerahan bantuan, dengan Marciano yang tampak bahagia menerima perlengkapan sekolah barunya. Kapolres TTS menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Polri ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya saat ada persoalan hukum atau gangguan kamtibmas, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan dan perhatian. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada generasi penerus bangsa,” jelasnya.
AKBP Hendra Dorizen juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung pendidikan anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, pihak sekolah, atau pemerintah desa jika menemukan siswa yang membutuhkan bantuan, agar solusi dapat ditemukan bersama.

“Kami berharap tidak ada anak yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” pungkasnya.
Kisah Marciano Tefi adalah pengingat kuat bahwa di balik keterbatasan, seringkali tersembunyi keteguhan dan harapan yang luar biasa. Dari sepasang kaki yang dihitamkan dengan arang, muncul pesan mendalam tentang pengorbanan orang tua demi masa depan pendidikan anaknya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polri, harapan Marciano kini mendapatkan dorongan baru, membuktikan bahwa bantuan sederhana dapat menjadi penyemangat besar untuk meraih cita-cita.
“Semoga Marciano semakin rajin belajar, terus berprestasi, dan kelak menjadi anak yang membanggakan orang tua, daerah, bangsa, dan negara,” tutup Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen.***
Sumber : Humas Polda NTT
Editor : Redaksi PelitadesaNTT.com


Komentar