GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Lepas 575 Mahasiswa KKN, Rektor Undana: Teknologi Hanyalah Alat, Hati Nurani Adalah Kompas Utama

Lepas 575 Mahasiswa KKN, Rektor Undana: Teknologi Hanyalah Alat, Hati Nurani Adalah Kompas Utama

Lepas 575 Mahasiswa KKN, Rektor Undana: Teknologi Hanyalah Alat, Hati Nurani Adalah Kompas Utama

KUPANG, NTT – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., secara resmi melepas 575 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di halaman depan Gedung Rektorat Undana, Kamis (2/4/2026). Prosesi pelepasan ini menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa di tujuh wilayah sasaran di Nusa Tenggara Timur setelah sebelumnya menjalani pembekalan intensif.

Acara yang berlangsung khidmat pada pukul 10.00 hingga 11.00 WITA tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mengawal 63 kelompok mahasiswa di lokasi pengabdian.

Menekankan Sisi Kemanusiaan di Era Digital

Dalam pesan inspiratifnya, Prof. Jefri Bale menekankan paradigma penting mengenai hubungan antara teknologi dan kemanusiaan. Ia mengingatkan para mahasiswa bahwa meski saat ini Kecerdasan Buatan (AI) dan algoritma digital mendominasi kehidupan, teknologi tersebut tidak akan pernah bisa menggantikan empati dan sentuhan langsung manusia.

“AI tidak memiliki empati; ia tidak bisa meneteskan air mata saat melihat balita kekurangan gizi,” tegas Rektor dalam arahannya. Ia menginstruksikan mahasiswa untuk membawa teknologi hanya sebagai alat pendukung, sementara hati nurani harus tetap menjadi kompas utama dalam berinteraksi dengan warga desa.

DPP AKPERSI Bekukan SK dan Mandat DPD Provinsi Banten, Tegaskan Penataan Organisasi dan Komitmen AD/ART

Fokus pada Isu Strategis Daerah

Pelepasan ini merupakan tindak lanjut dari program pembekalan bertema “Berdampak” yang menitikberatkan pada lima isu krusial. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan strategi intervensi penurunan stunting berbasis komunitas, optimalisasi BUMDes, hingga penguatan kesehatan hewan dan lingkungan melalui pendekatan One Health.

Rektor juga mewanti-wanti agar mahasiswa tidak terjebak dalam “ego intelektual” saat berada di tengah masyarakat. Beliau mendorong para peserta KKN untuk aktif mendengar keluh kesah warga di lopo-lopo dan menjadi fasilitator yang belajar dari kearifan lokal, bukan sekadar pahlawan kesiangan yang menggurui.

Komitmen Nol Toleransi terhadap Kekerasan Seksual

Selain aspek pembangunan fisik dan ekonomi, Undana membawa misi sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman di lokasi pengabdian. Mahasiswa diminta membawa nilai komitmen tanpa kompromi (nol toleransi) terhadap kekerasan seksual ke desa-desa penempatan. Mereka diharapkan menjadi ruang aman bagi masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai hak-hak perempuan dan anak.

“Jadilah telinga yang mau mendengar, tangan yang siap bekerja kotor, dan hati yang siap mencintai masyarakat,” tutup Prof. Jefri sembari mengutip filosofi Mahatma Gandhi tentang pengabdian.

Setelah prosesi pelepasan ini, 575 mahasiswa tersebut segera bertolak ke wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Ngada. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan solusi nyata atas permasalahan di masyarakat serta menciptakan dampak berkelanjutan bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur. (Ing)

Wakili NTT ke Panggung Nasional, Mahasiswa Undana Siap Berlaga di The Icon Indonesia SCTV

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *