GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Prosesi Bahari Semana Santa 2026: Pengamanan Ketat di Selat Gonsalu

Prosesi Bahari Semana Santa 2026: Pengamanan Ketat di Selat Gonsalu

Prosesi Bahari Semana Santa 2026: Pengamanan Ketat di Selat Gonsalu


LARANTUKA, NTT – Ribuan peziarah memadati pesisir pantai Larantuka, Flores Timur, untuk mengikuti Prosesi Bahari pada Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi Semana Santa yang dilakukan untuk menjemput peti suci Tuan Meninu (Yesus Tersalibkan) melalui jalur laut Selat Gonsalu.

Tepat pukul 12.00 WITA, prosesi dimulai dengan keberangkatan sebuah Berok—sampan kayu tanpa mesin—dari Pantai Kota (Sarotari) menuju Pantai Kuce (Lohayang). Peti suci tersebut dibawa melintasi arus Selat Gonsalu yang memiliki karakteristik arus kencang dan pusaran air.

Bagi umat Katolik di Larantuka, prosesi pada hari Jumat Agung ini merupakan bentuk peringatan atas pengorbanan Yesus Kristus. Tradisi yang telah berlangsung selama lebih dari lima abad ini menjadi pusat perhatian peziarah dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Guna menjamin keselamatan peserta, armada gabungan melakukan pengawalan ketat terhadap ratusan kapal motor nelayan yang mengikuti iring-iringan. Tercatat ribuan peziarah terlibat dalam kegiatan prosesi bahari (Laut). Instansi yang disiagakan di titik-titik rawan meliputi TNI Angkatan Laut (AL), Polairud, Basarnas, Dinas Perhubungan, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Setelah peti Tuan Meninu mendarat di Pantai Kuce (Lohayang), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi darat. Pemerintah daerah dan pihak kepolisian memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai protokol keamanan, mengingat kepadatan massa yang meningkat pada perayaan tahun 2026 ini.

DPP AKPERSI Bekukan SK dan Mandat DPD Provinsi Banten, Tegaskan Penataan Organisasi dan Komitmen AD/ART

Prosesi Bahari tetap menjadi urat nadi tradisi di Larantuka yang menggabungkan aspek religi dengan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan publik di wilayah perairan*** (Ds)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *