Terkait dengan kelangkaan BBM di wilayah Amfoang kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kami Minta Solusi Konkret dari Pemerintah
Oleh : Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU)
PELITADESANTT.COM – Bagi saya terkait kejadian pengamanan BBM yang diamankan oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu lalu itu jangan dilihat dari sisi aturan, namun harus dilihat dari sisi kemanusiaan
Bicara soal Amfoang kita bicara masyarakat kecil yang terisolasir bertahun-tahun lamanya dari masa ke masa yang diakibatkan oleh minimnya pembangunan infrastruktur jalan dan juga jembatan atau letak geografis serta lemahnya pengawasan yang berdampak hingga terjadi kelangkaan BBM, serta kebutuhan dasar masyarakat lainnya
Sehingga dari saya terkait dengan pengamanan BBM yang sempat diamankan pihak kepolisian, jika benar itu adalah milik masyarakat kecil untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti petani dan juga nelayan maka alangkah baiknya dikembalikan, tetapi Jika dari hasil penyelidikan itu adanya dugaan penimbunan BBM untuk kepentingan tertentu maka di proses sesuai mekanisme yang ada
Untuk itu dari kejadian ini pemerintah jangan lagi membiarkan masyarakat terus menerus menderita dengan adanya keterbatasan yang ada tetapi harus ada sulusi konkret dari pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat kecil disana seperti Perlu adanya penambahan SPBU di wilayah Amfoang karna sejauh ini baru saja terdapat satu SPBU untuk wilayah Amfoang namun akses untuk mendapatkan BBM sulit dikarenakan infrastruktur jalan yang rusak
Kemudian wajib untuk ditambahkan agen BBM yang tersebar di seluruh kecamatan se-amfoang dengan penekanan harga yang sama seperti di Kupang yang diawasi sehingga itu cukup membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan BBM
Dan saya juga berharap kepada pemerintah provinsi Nusa tenggara Timur (Gubernur Nusa tenggara Timur) agar jangan tutup mata dengan air mata masyarakat Amfoang Kabupaten Kupang***


Komentar