GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Uskup Larantuka Mgr. Monteiro Pimpin Misa Perdana-Pontifikal

Uskup Larantuka Mgr. Monteiro Pimpin Misa Perdana-Pontifikal

Uskup Larantuka Mgr. Monteiro Pimpin Misa Perdana-Pontifikal

LARANTUKA : PELITADESANTT.COM –  Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kamis pagi (12/2/2026), untuk mengikuti Misa Pontifikal (khusuk) yang dipimpin Uskup Larantuka, Monsinyur (Mgr) Yohanes Hans Monteiro.  Misa Pontifikal, artinya dipimpin langsung oleh Uskup mewakili Takta Suci  ini menandai dimulainya pelayanan publik Mgr Hans Monteiro sebagai gembala baru atau uskup Keuskupan Larantuka setelah ditahbisakan, Rabu (11/2/2026) di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kabupaten Flores Timur,  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada momen liturgi agung ini, Mgr Hans Monteiro menggunakan seluruh atribut episkopalnya untuk pertama kali dalam kapasitas penuh sebagai gembala, mulai dari mitra, cincin episkopal, tongkat kegembalaan, mengenakan salib pectoral, dan lambang episkopal atau Coat of Arms.

Kamis pagi, sebelum memasuki gereja, Mgr Hans Monteiro terlebih dahulu berhenti di halaman depan Katedral Reinha Rosari untuk memberkati umat dan memercikkan air. Tarian hedung, tarian tradisional masyarakat Lamaholot juga menyambut gembala baru Keuskupan Larantuka ini serta para uskup menuju altar gereja.

Dalam homilinya pada Misa Pontifikal yang berlangsung khidmat, Mgr. Hans menegaskan bahwa pembangunan Gereja tidak semata bertumpu pada program-program besar.

DPP AKPERSI Bekukan SK dan Mandat DPD Provinsi Banten, Tegaskan Penataan Organisasi dan Komitmen AD/ART

Ia mengingatkan, gereja justru dibangun dari proses rekonsiliasi iman, kesediaan untuk mendengarkan satu sama lain, kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, keberanian untuk saling mengampuni, serta komitmen untuk berjalan bersama.

Menurut Mgr. Hans, pertumbuhan gereja tidak pertama-tama diukur dari gerak keluar, melainkan dari perjalanan ke dalam diri umat. Pertumbuhan itu tampak dalam kedewasaan iman, pengenalan yang semakin mendalam akan Kristus, serta kasih yang diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bersama.

Paulus mengingatkan kita bahaya ketidakdewasaan iman. Mudah diombang-ambingkan, mudah diadu domba, muda terhasut ke jalan yang menyesatkan. Dulu waktu kami frater, di pasar maumere, banyak pemain dadu, dia goyang-goyang begini uang hilang, frater main judi online, main-main uang hilang, ini kita mudah diombang ambingkan oleh pemain dadu yang licik,” ungkap Mgr Hans.

Ia juga mengitakan para pelayan gereja dipanggil bukan untuk mencari kuasa melainkan untuk melengkapi umat agar seluruh gereja bertumbuh bersama.  “Gereja kita mungkin kecil dan sederhana tapi tidak pernah kecil di mata Allah,”tutupnya.

Ringkasan Berita:

Wakili NTT ke Panggung Nasional, Mahasiswa Undana Siap Berlaga di The Icon Indonesia SCTV

  • Misa Pontifikal ini menandai dimulainya pelayanan publik Mgr Hans Monteiro sebagai gembala baru atau uskup Keuskupan Larantuka setelah ditahbisakan, Rabu (11/2/2026) di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
  • Pada momen liturgi agung ini, Mgr Hans Monteiro menggunakan seluruh atribut episkopalnya untuk pertama kali dalam kapasitas penuh sebagai gembala, mulai dari mitra, cincin episkopal, tongkat kegembalaan, mengenakan salib pectoral, dan lambang episkopal atau Coat of Arms.

(WN-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *