GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Menteri Koperasi RI Buka RAT Kopdit Swasti Sari Bersama Wagub NTT, Tekankan Ekonomi Berbasis Nilai

Menteri Koperasi RI Buka RAT Kopdit Swasti Sari Bersama Wagub NTT, Tekankan Ekonomi Berbasis Nilai

Menteri Koperasi RI Buka RAT Kopdit Swasti Sari Bersama Wagub NTT, Tekankan Ekonomi Berbasis Nilai

KUPANG, NTT – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Kopdit Swasti Sari Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel Harper Kupang, Minggu (26/4).

Pembukaan RAT tersebut berlangsung di hadapan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, serta ratusan peserta RAT, menandai komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi berbasis nilai.

Kehadiran Menteri Koperasi RI dalam kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kopdit Swasti Sari dan Kopdit TLM Indonesia, yang mencerminkan sinergi kuat antar gerakan koperasi kredit dalam memperkuat peran strategis koperasi di tingkat nasional.

Mengusung tema “Bersama Membangun Kekuatan”, RAT ini menegaskan komitmen untuk menjalin seluruh simpul kekuatan guna mewujudkan Kopdit Swasti Sari sebagai koperasi yang maju, berdaya saing, sehat, tangguh, mandiri, terdepan, dan terpercaya sebagai pilihan masyarakat Indonesia.

Dominasi Podium Duta Bahasa NTT 2026, Mahasiswa Undana Siap Emban Misi Literasi Nasional

Dalam arahannya, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menegaskan pentingnya mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional pada nilai-nilai dasar bangsa, yakni kekeluargaan, gotong royong, dan kebersamaan.

“Ke depan, kita tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga nilai. Koperasi adalah kunci dalam membangun sistem ekonomi Pancasila yang berkeadilan,” tegas Menteri.

Menteri Koperasi juga memaparkan sejumlah progres strategis Kementerian Koperasi, antara lain penyusunan Undang-Undang baru tentang Perkoperasian sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992, penguatan skema penjaminan simpanan koperasi, konsolidasi Dewan Koperasi Indonesia, transformasi pendidikan koperasi melalui pengembangan institusi menjadi Badan Layanan Umum (BLU), serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang kini telah mencapai puluhan ribu unit secara nasional dan terus bertumbuh.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kopdit Swasti Sari dalam memperkuat ekonomi masyarakat di NTT.

“Pemerintah Provinsi NTT berharap koperasi terus tumbuh dan berkembang sebagai sokoguru ekonomi daerah, serta bersinergi dengan pemerintah dalam membangun NTT yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Undana Talk Eps. 11 : Inovasi Mi Kelor Mahasiswa Undana, Solusi Pangan Lokal Penekan Stunting yang Tembus Nasional

Wagub juga menyampaikan kedekatan personalnya sebagai anggota Kopdit Swasti Sari, yang mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi berbasis anggota.

Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Lambertus Ara Tukan, menyampaikan bahwa koperasi yang telah berdiri selama 38 tahun ini terus berkembang dan memperluas jangkauan pelayanan secara nasional.

Hingga Tahun Buku 2025, Kopdit Swasti Sari telah melayani sekitar 217 ribu anggota yang tersebar di enam provinsi, yakni NTT, Bali, Jawa Timur, NTB, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Timur. Total aset tercatat mencapai sekitar Rp1,24 triliun, dengan perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar kurang lebih Rp15,78 miliar.

Dari aspek tata kelola, laporan keuangan koperasi telah diaudit secara independen dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta memperoleh predikat “sehat” berdasarkan penilaian pengawas yang mencakup tata kelola, manajemen risiko, kinerja keuangan, dan permodalan.

Ketua Pengurus juga menegaskan bahwa koperasi kredit tidak hanya dibangun atas dasar kekuatan ekonomi, tetapi juga nilai-nilai yang menjadi fondasi utama.

Panen Perdana BUMDes  Maju Makmur Waiara: Dari 6.000 Pohon Cabai, Desa Menata Arah Ekonomi*

“Koperasi tidak hanya berbasis data dan regulasi, tetapi bertumpu pada nilai kekeluargaan, kejujuran, keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini tidak boleh hilang karena menjadi dasar dalam membangun peradaban bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Puskopdit BK3D Timor, Wara Sabon Dominikus, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara misi sosial dan misi ekonomi dalam gerakan koperasi kredit, serta memperkuat pendidikan anggota sebagai fondasi utama keberlanjutan koperasi.

RAT ini dihadiri oleh 272 orang utusan anggota dan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru Kopdit Swasti Sari sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT Linus Lusi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Yosep Rasi, Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yusuf Lery Rupidara, serta para dewan penasihat dan keluarga besar Kopdit Swasti Sari.

Rapat Anggota Tahunan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kinerja koperasi, serta mempertegas komitmen dalam membangun ekonomi anggota yang inklusif, berbasis nilai, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

#AyoBangunNTT

Penulis : Oan Wutun
Foto : Ben Jusuf
Video : Nuel Here Wele

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *