Terobosan Baru! Undana dan Unwira Kupang Bersatu Demi Mutu Pendidikan NTT yang Gemilang
KUPANG – Sebuah langkah monumental telah diambil oleh dua institusi pendidikan tinggi terkemuka di Kupang, Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira). Keduanya resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 10 Juni 2026, di Ruang Rapat Rektor Undana. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengukuhkan mutu pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
MoU ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen nyata untuk memperkuat tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, sinergi ini juga akan mengakselerasi tata kelola kelembagaan, memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki oleh kedua kampus terbesar di Kota Kupang ini.
Undana Siap Dukung Peningkatan Kualitas Dosen Unwira
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan visi kepemimpinannya untuk menciptakan ekosistem akademik yang inklusif di NTT. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, bukan hanya antar perguruan tinggi, tetapi juga dengan pemerintah daerah dan dunia usaha. “Undana tidak mungkin berjalan sendiri dalam menjawab tantangan zaman. Kita membutuhkan kolaborasi,” tegas Prof. Jefri, seraya menginstruksikan jajarannya untuk segera menindaklanjuti MoU ini dengan Memorandum of Agreement (MoA) agar manfaatnya segera dirasakan.
Menyambut baik inisiatif ini, Rektor Unwira, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., mengungkapkan apresiasinya terhadap keterbukaan Undana. Pater Stefanus mengakui bahwa Unwira, yang kini berusia 43 tahun, masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dalam rasio dosen berkualifikasi doktor (S3) dan guru besar.

Undana pun sigap merespons kebutuhan tersebut. Wakil Rektor I sekaligus Plt. Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyatakan kesiapan Undana untuk memberikan pendampingan khusus bagi dosen-dosen Unwira dalam pengurusan jabatan fungsional akademik hingga jenjang tertinggi. Tak hanya itu, Wakil Dekan I FISIP Undana, Dr. Mas’amah, S.Pd., M.Si., juga membuka lebar pintu bagi dosen Unwira yang ingin melanjutkan studi magister maupun doktor (S3) di FISIP Undana.
Membangun Masa Depan NTT Tanpa Sekat
Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh jajaran pimpinan tinggi dari kedua belah pihak, termasuk Dekan Fakultas Filsafat Unwira, Rm. Drs. Yohanes Subani, Lic.Iur.Can.; Kepala Kantor Kerja Sama dan Pusat Karier Unwira, Meylisa Yuliastuti Sahan, M.I.Kom.; serta Ketua Program Studi Filsafat Unwira, Rm. Siprianus S. Senda, Pr., S.Ag., L.Th.Bib. Dari pihak Undana, turut hadir Wakil Dekan II FISIP Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si.
Lebih dari sekadar seremoni, pertemuan ini juga diisi dengan diskusi meja bundar untuk memetakan roadmap pengabdian masyarakat bersama di wilayah pedalaman NTT. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk menghapus dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah kepulauan.
Di tengah tantangan pembangunan dan beban sosiologis yang sama di NTT, sinergi Undana dan Unwira menjadi sangat krusial. Melalui asistensi mutu dan transfer pengetahuan dari Undana kepada Unwira, diharapkan terjadi lompatan kualitas SDM secara merata. Hal ini akan menghasilkan lulusan sarjana lokal yang berdaya saing tinggi, siap memutus mata rantai ketertinggalan di daerah masing-masing, dan membawa NTT menuju masa depan yang lebih cerah.
Penulis: Ollien Manggol – Foto: Jeje Parera


Komentar