Salah satu tempat dan obyek wisata yang belum dikenal bahkan belum diketahui banyak orang di Kabupaten Ende adalah Air Terjun Dhakale.
ENDE, NTT – Air Terjun Dhaekale ini terletak di Desa Nggumbelaka, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende. Jika kita berkunjung ke tempat ini, kita akan menikmati pesona keindahan Air Terjun yang dihiasi oleh pepohonan dan bebatuan yang ada di sekeliling air terjun ini.
Pada setiap hari minggu dan hari – hari liburlainnya, warga masyarakat desa setempat dan desa di sekitarnya bertamasyah dan berkunjung ke lokasi ini. Selain menikmati pemandangan alam, mereka juga berendam dan mandi menikmati dan merasakan begitu segarnya air tersebut.

Jarak tempuh dari Ibu Kota kabupaten Ende menujuh obyek wisata ini diperkirakan sekitar 50 Kilo Meter. Selama perjalan kita juga dapat menikmati pesona keindahan alam lainnya seperti : Pasar Tradisional di Desa Wolofeo dan Indahnya Pematangan Sawa di Desa Ekoleta setra pemandangan alam lainnya.
Desa Nggumbelaka merupakan salah satu desa dari 13 desa yang ada di Kecamatan Lepembusu Kelisoke. Selain obyek wisata Air Terjun Dhaekale ini, Kecamatan Lepembusu Kelisoke juga memiliki Pesona Wisata Alam lainnya, antara lain ; Hutan Adat Otoleke, Bukit Nira Nanga, Kogokamba Bukit Teletubies, Mbotulakabeke, Gas Alam Air Pana Lesugolo dan Kampung Adat Wolobewa.

Dengan adanya beberapa tempat obyek wisata ini menjadikan Kecamatan Lepembusu Kelisoke menjadi daerah yang memiliki daya tarik bagi para wisatawan lokal, nasional maupun manca negara untuk berkunjung ke wilayah ini.
Kekayaan panorama alam tersebut menambah jumlah tempat obyek wisata yang ada di Kabupaten Ende selain tempat tempat obyek wisata lainnya yang sudah.

Dari beberapa obyek wisata yang dimiliki oleh Kecamatan Lepembusu Kelisoke ini, sangat diharapkan agar Kecamatan Lepembusu Kelisoke bisa masuk dalam “ Destinasi Pesona Wisata Kabupaten Ende “. Selain tempat wisata lainnya.


Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata
Sadar wisata merupakan suatu konsep yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya desa wisata di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks Sadar Wisata, maka Gerakan SADAR WISATA dapat dijabarkan sebagai suatu gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap untuk berperan sebagai tuan rumah (Host) dan memahami, mampu serta bersedia mewujudkan SAPTA PESONA di lingkungannya yang meliputi unsur-unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.

Lingkungan menjadi bagian terpenting, kebersihan lingkungan misalnya harus bersih dari sampah-sampah serta menata kawasan lingkungan menjadi pemandangan yang indah. Dengan semakin sinerginya pengelola dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan indah, ini menjadi upanya untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
SAPTA PESONA
Sadar wisata yang terealisasi ini akan membuat suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata dapat memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan kunjungan di Desa.
Bentuk aksi ini seperti sikap tidak mengganggu kenyamanan wisatawan dalam kunjungannya. Menolong dan melindungi wisatawan. Menunjukkan rasa bersahabat terhadap wisatawan. Memelihara keamanan lingkungan. Membantu memberi informasi kepada wisatawan. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit menular. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Aman menjadi kunci utama dalam membangun desa wisata.

Konsep tertib di Desa Wisata dengan mewujudkan suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di desa wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi serta kualitas fisik dan layanan yang konsisten dan teratur serta efisien sehingga memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi wisatawan dalam melakukan kunjungan di desa wisata.
Kesadaran lingkungan akan kebersihan menjadi kunci penting di suatu desa wisata. Pengertian bersih dalam Sapta Pesona adalah suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di desa wisata yang mencerminkan keadaan yang sehat / hygienic sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan. Bentuk aksi nyata ini seperti tidak membuang sampah / limbah sembarangan. Menjaga kebersihan lingkungan objek dan daya tarik wisata serta sarana dan prasarana pendukungnya. Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi udara (akibat asap kendaraan atau rokok, bau lainnya). Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang higienis. Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi.


Alam menjadi kunci utama pengembangan Desa WIsata. Keindahan alam desa wisata sangat mendukung untuk berbagai kegiatan wisata seru. Suatu kondisi lingkungan di desa wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam begi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mewujudkan potensi kunjungan ulang serta mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas.
Masyarakat desa memang berbeda dengan perkotaan, yaitu tentang keramahannya. Keramahan di desa wisata yaitu suatu kondisi lingkungan yang bersumber dari sikap masyarakat yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan pnerimaan yang tinggi yang akan memberikan perasaan nyaman, perasaan diterima dan ”betah” (seperti di rumah sendiri) bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan.
SADAR WISATA adalah dukungan dan pertisipasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya Desa Wisata. Konsep tersebut telah menempatkan posisi dan peran penting masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan baik sebagai tuan rumah (untuk menciptakan lingkungan dan suasana yang mendukung di wilayahnya) maupun sebagai wisatawan.

Memahami perkembangan paradigma pembangunan yang menekankan pemberdayaan masyarakat serta orientasi pembangunan yang mengarah pada 3 (tiga) pilar yaitu : pro job (menciptakan lapangan kerja ), pro poor (menanggulangi dan mengurangi kemiskinan), pro growth (mendorong pertumbuhan), maka makna Sadar Wisata perlu diperdalam agar meningkatkan posisi masyarakat sebagai penerima manfaat yang sebesar-besarnya dari pengembangan kegiatan kepariwisataan.
Oleh karena itu sangat diharapkan dukungan pemerentah demi peningkatan dan pelestarian tempat-tempat obyek wisata ini. Pariwisata merupkan salah satu aset daerah yang perluh dikembangkan dalam setiap tahunnya. Karena pariwisata juga bersentuhan dengan inkam pendapatan daerah.
Peningkatan dan pelestariannya tempat obyek wisata selayaknya juga harus didukung dengan sumber daya, pelayanan serta infrastruktur yang baik. Kesinambungan dan sinergritas program pengembangan kepariwisataan haruslah menjadi tolak ukur dan penetapan program dan alokasi anggaran setiap tahunan.
Selain itu dukungan masyarakat dalam pelestarian juga sangat penting. Keindahan akan terus terpapang jika kita pandai dan serta pintar menjaga dan merawatnya. Kekayaan yang dimiliki ini adalah Harta Kabupaten Ende yang haruslah kita jaga.(vg)
( foto : Yuven Hary . PD )


Komentar