Ayah Pelaku Persetubuhan Anak di Sikka Kabur, diduga Terlibat Penganiayaan Hingga Korban Meninggal
MAUMERE – Seorang berinisial SG (40), adalah ayah dari Pelaku Persetubuhan Anak dibawa umur FGR yang juga terduga pelaku dalam kasus kematian tragis seorang Siswi SMP di Desa Rubit, Kabupaten Sikka, dilaporkan melarikan diri dari pengawalan polisi pada Jumat, 27 Februari 2026. Kabarnya, SG kabur saat sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD TC Hillers Maumere.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartawan, SG dibawa ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit. Namun, di sela proses perawatan medis tersebut, ia diduga memanfaatkan kelengahan pengawasan polisi untuk meloloskan diri. Hingga kini, keberadaan SG belum diketahui. Informasi mengenai kaburnya SG pertama kali terungkap dari pihak keluarga korban.
Menurut Polikarpus selaku perwakilan keluarga korban, SG memanfaatkan momentum saat memeriksa kesehatannya di di RSUD TC Hillers Maumere untuk meloloskan diri dari pengawasan polisi.
“Pelaku kabur dengan menumpang ojek. Sore tadi informasi yang kami terima, ia sempat menuju ke rumah keluarganya di Nebe. Sekarang posisinya sudah tidak tahu lari ke mana lagi,” ujar Polikarpus, Jumat, 27 Februari 2026 malam.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap lemahnya pengamanan terhadap terduga pelaku kasus kriminal berat tersebut. Keluarga korban menilai, kaburnya SG hanya beberapa hari setelah penangkapannya menimbulkan tanda tanya besar terkait prosedur pengawalan yang dilakukan aparat, terlebih pelarian itu terjadi di area fasilitas publik.
“Kami akan melakukan cross-check dan konfirmasi lebih lanjut kepada pelaksana teknis, yaitu penyidik Sat Reskrim Polres Sikka. Hasilnya nanti akan kami jelaskan secara resmi kepada rekan-rekan media,” tegas Ipda Leonardus, Humas Polres Sikka. ***
(ICHA-WN-SIKKA)


Komentar