Budaya Adat Lio Ende “ Tu Ana”
PELITADESANTT.COM – Tu ana Merupakan tahap terakhir dari proses perkawinan adat Lio yang mana proses ini dilakukan setelah empat malam(kobesutu) dari hari pernikahan. Tu ana adalah proses dimana pihak keluarga dari perempuan mengantar anak perempuan mereka kepada keluarga Laki-laki dengan istilah adat “Ujatula Leja Rapa” sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari pihak laki- laki.

Dalam acara pada tahap Tu Ana ini pengantin berdua mengenakan pakian adat Llio yaitu Peru Lesu dan Ragi (Sarung) untuk laki- laki dan lawo (Sarung) lambu untuk perempuan. Adapun perlengkapan yang diantar dari pihak perempuan yaitu semua pakian dari anak perempuan dan segala peralatan dari Baba Eda (Om).


Selain itu adapun yang dibawah yaitu Tewu (tebu), Muku (pisan ), Nio (buah kelapa) sebagai lambang kesuburan dan keberhasilan dalam pekerjaan dihari yang akan datang. Biasanya dalam proses ini keluarga pihak perempuan menyampaikan pesan kepada anak perempuan mereka sebagai pedoman dalam hidup berkeluarga.

Ungkapan Bahasa Lionya: “pedhe leka podoma,e tege deso, lake pingga bhama,esengga rengga, mera so netu peni no manu wesi no wawi, leka ola imu pepa gare tawa pepa pai no imu o rewo. No’o ata kaki ma’ete bajeka, demi ata gare re’e buku no’o fu pongge one lawo (nara sumber : Frans Wolo, Mosalaki ; Tana Pu’u Muku Lisa Tewu). Ini merupakan contoh ungkapan adat Na’umai Ine Ema ata Fai (pesan dari keluarga perempuan).


Proses lain dari tahap ini yaitu Nai Sa’o (masuk dalam rumah), dimana anak perempuan akan diterima dan masuk di rumah keluarga laki- laki. Dengan balutan pakian adat lawo lambu. Anak perempuan (mantu) akan disambut di depan pintu rumah oleh orang tua laki-laki dan akan dilangsungkan proses adat Nai Sa’o.

Prose adat Nai sa’o dilakukan pihak laki-laki dan disesuaikan dengan adat keluarga laki-laki. Misalnya di Raterunu kab. Nagekeo anak perempuan diterima di depan rumah dan di sambut dengan adat mereka yang mana anak peremuan dari Lio akan dikenakan pakian adat mereka dan dipasang wea (emas) dan juga ada proses penyiraman air dikepala pengantin wanita. Setelah itu anak permpuan bersama suaminya akan masuk kedalam rumah. Itu beberapa acara bilamana anak perempuan akan masuk dirumah laki-laki.

Setelah rangkaian acara Tu Ana selesai keluarga perempuan akan pulang dan anak perempuan mereka tinggal bersama keluarga laki-laki.***


Komentar