GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Catatan Indahnya Lebaran 1447 H – 2026, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD Bersilaturahmi ke Rumah Warga

Catatan Indahnya Lebaran 1447 H – 2026, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD Bersilaturahmi ke Rumah Warga

Catatan Indahnya Lebaran 1447 H – 2026, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD Bersilaturohmi ke Rumah Warga

PELITADESANTT.COM – Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi momentum yang banyak dimanfaatkan lapisan masyarakat untuk saling bersilaturahmi, serta memperkuat dan membangun persaudaraan dengan keluarga, kolega, sahabat maupun juga kenalan.

Bahkan, pada momentum Lebaran ada tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman bagi mereka yang hidup di perantauan. Meskipun dapat dipastikan pulang kampung di saat Lebaran, perlu perjuangan lebih dibandingkan pada mudik pada hari-hari biasa, namun masyarakat tetap antusias dan rela mengorbankan waktu, tenaga dan biaya untuk bisa pulang bertemu dengan keluarga.Segala keribetan saat mudik Lebaran seakan tidak ada artinya dan terhapuskan oleh rasa gembira saat bisa bersilaturahmi, bertemu dan saling menumpahkan kerinduan tentang sebuah persaudaraan dengan sesama.

Atas dasar rasa persaudaraan itu pula, maka untuk memperkuat persaudaraan antarumat beragama, Uskup Agung Ende; Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD didampingi Sekjen Keuskupan Rd. Deni Nuwa, Pr memanfaatkan momen Lebaran pada Sabtu, 21 April 2026, untuk bersafari silaturahmi ke sejumlah rumah warga di sekitar kompleks Keuskupan yang berkawasan di RT : 013/ RW : 007 Nuaguta, Onelako, Ndona (21 Maret 2026).

Silaturahmi Perkuat Persaudaraan

Lepas Peserta Kukerta UPG 1945 NTT, Gubernur Melki Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di NTT

Dalam kesempatan tersebut, selain menyampaikan pesan untuk selalu menjaga kebersamaan dan saling toleransi, Mgr. Paulus Budi Kleden juga mengungkapkan bahwa; “Lebaran dengan nuansa silaturahmi yang kuat bisa menjadi momentum bersama untuk memperkuat ikatan solidaritas sosial dan kohesi sosial.”

“Silaturahmi juga dapat membangun kerukunan antarumat beragama, karena dengan silaturahmi akan semakin saling mengenal dan memahami. Dengan demikian, silaturahmi dapat semakin merekatkan tali persaudaraan antarumat, ungkap; Mgr. Paulus Budi Kleden.”

Mgr. Paulus Budi Kleden juga menerangkan; “Silaturahmi antarumat beragama saat Lebaran bermakna memperkuat persaudaraan kebangsaan, merawat toleransi, dan menciptakan harmonisasi sosial di atas perbedaan.” Momen ini menjadi ajang saling menghormati, berbagi kebahagiaan, serta merekatkan kembali hubungan sosial yang mungkin renggang, memperkokoh persatuan, dan menciptakan kedamaian di lingkungan masyarakat. 

“Dalam Rekonsiliasi Sosial: Lebaran menjadi kesempatan meruntuhkan tembok pembatas, memaafkan kesalahan, dan menyembuhkan luka lama antarindividu atau kelompok, sehingga terwujud kedamaian sosial.”

Silaturahmi yang tulus mempererat hubungan komunitas yang berbeda keyakinan, mengikis prasangka, dan menumbuhkan solidaritas untuk saling peduli.

Jelajahi Flores, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undana Tebar Inspirasi lewat “Kemah Kerja Berdampak”

Berbagi Kebahagiaan kegembiraan Idul Fitri yang dirasakan bersama, mampuh menciptakan kehangatan dan rasa hormat yang mendalam dalam keberagaman kasih persudaraan antar sesama umat beragama, jelas; Mgr. Paulus Budi Kleden.

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD : Merajut Kebersamaan Dalam Kasih Persaudaraan

Momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga, rekan kerja, atau bahkan orang-orang yang telah lama tidak berhubungan. Saling bermaaf-maafan, saling memberikan ucapan selamat, dan saling berbagi kebahagiaan menjadi cara untuk memperkuat hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Silaturahmi pada saat hari raya agama bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan kekuatan warisan budaya lokal yang harus terus dipertahankan serta diwariskan dari generasi ke generasi yang akan datang.

Dalam konteks sosial, silaturahmi ini membawa dampak positif yang tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat secara luas. Keharmonisan yang tercipta di dalam keluarga dan antar tetangga akan menciptakan suasana yang damai dan penuh rasa saling menghargai. Dengan menjalin hubungan baik dengan orang lain, kita dapat menciptakan ikatan sosial yang kuat yang mendukung tercapainya kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Bupati Lembata Tegaskan Tidak Tolerir Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Desa Atuwalupang, Polsek Buyasuri Palang Lokasi

Selain sebagai waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan sahabat, silaturahmi juga menjadi waktu yang baik untuk merenung dan melakukan refleksi diri. Hal ini juga menjadi momentum untuk berintrospeksi, memperbaiki diri, serta menetapkan niat yang lebih baik dalam menjalani hidup ke depan.

Ini adalah salah satu bentuk nyata dari solidaritas sosial yang memperlihatkan bahwa silaturahmi bukan hanya soal kesenangan pribadi, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan orang lain, terutama mereka yang kurang beruntung.

Di tengah keberagaman Indonesia, di mana terdapat berbagai suku, agama, dan budaya, Lebaran menjadi kesempatan untuk menunjukkan toleransi dan saling menghargai perbedaan. Silaturahmi merupakan hal yang sangat penting dalam merayakan dan memupuk rasa kebersamaan keluarga dan sahabat, serta berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar tanpa memandang latar belakang mereka.

Silaturahmi harus diwarnai dalam sebuah momentum istimewa dalam membangun kasih persaudaraan antar sesama di manapun kita berada. Kasih persaudaraan merupakan harta yang sangat istimewa yang tetap harus di jaga dalam tatanan hidup bermasyarakat demi memperkuat hubungan masyarkat yang harmonis.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *