GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Eksplorasi Material Nusantara, Mahasiswa Prodi Arsitektur Undana Bangun Ruang Belajar dari Bambu

Eksplorasi Material Nusantara, Mahasiswa Prodi Arsitektur Undana Bangun Ruang Belajar dari Bambu

Eksplorasi Material Nusantara, Mahasiswa Prodi Arsitektur Undana Bangun Ruang Belajar dari Bambu

KUPANG – Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Cendana (Undana) menggandeng Bambooland Indonesia dan menggelar lokakarya (workshop) konstruksi bambu di lingkungan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan bambu sebagai material arsitektur berkelanjutan yang memiliki nilai estetika dan kekuatan struktural tinggi bagi calon arsitek masa depan.

Dalam lokakarya ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi langsung mempraktikkan pembangunan empat konstruksi sederhana. Menariknya, hasil karya mahasiswa tersebut nantinya akan dialihfungsikan menjadi fasilitas ruang diskusi dan tempat belajar luar ruangan (outdoor) bagi sivitas akademika Arsitektur Undana.

Mengubah Stigma Material Tradisional

Dosen Prodi Arsitektur Undana, Marianus Bahantwelu, S.T., M.T., yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya yang fokus pada pengenalan teori. Ia menekankan pentingnya mengubah persepsi mahasiswa terhadap bambu yang selama ini sering dianggap sebagai material kelas dua atau bahan bangunan dengan daya tahan rendah.

“Nusa Tenggara Timur memiliki potensi bambu yang melimpah, namun pemanfaatannya belum maksimal. Melalui praktik langsung, kami ingin mahasiswa memahami bahwa dengan teknik yang benar, bambu bisa menjadi material yang kuat, estetis, dan sangat relevan dengan isu lingkungan saat ini,” jelas Marianus.

Lepas Peserta Kukerta UPG 1945 NTT, Gubernur Melki Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di NTT

Bambu sebagai Identitas Arsitektur Nusantara

Perwakilan Bambooland Indonesia, Dr. Ar. Yulianto Purwono Prihatmaji, IPM., IAI., menyebutkan bahwa kolaborasi dengan Undana merupakan bagian dari jejaring nasional untuk mengangkat kembali bambu sebagai “DNA” material Nusantara. Menurutnya, mahasiswa arsitektur harus memiliki kepekaan terhadap karakter material lokal untuk menghasilkan desain yang kontekstual.

“Calon arsitek perlu memahami potensi besar yang ada di tanah air, termasuk di NTT. Pengenalan sejak dini memungkinkan mereka mengembangkan desain yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan dan sesuai dengan karakter kebutuhan masyarakat lokal,” ungkap Yulianto.

Hilirisasi Praktik dan Peluang Wirausaha

Selain memenuhi aspek akademis, lokakarya ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis yang berpotensi menjadi peluang usaha di bidang konstruksi hijau. Program Studi Arsitektur Undana juga berencana mengembangkan pelatihan lanjutan, khususnya pada teknik pengawetan bambu, guna meningkatkan nilai guna dan durabilitas material.

Sinergi antara Undana dan Bambooland Indonesia ini diharapkan mampu melahirkan inovasi desain yang memanfaatkan kekayaan alam daerah, sekaligus mempertegas posisi Undana dalam mendukung arsitektur ramah lingkungan di kawasan Indonesia Timur. (Nisa)

Editor : Ollien Manggol – Foto : Tri Oktria Miranda

Jelajahi Flores, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undana Tebar Inspirasi lewat “Kemah Kerja Berdampak”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *