Gubernur NTT Serahkan Hewan Kurban Untuk Masjid Darussalam Waioti
SIKKA – Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyerahkan bantuan hewan kurban berupa 1 ekor sapi dari Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena bagi umat muslim masjid Jami Darussalam Waioti dalam rangka hari raya Idul Adha 1447 H/2026. Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Masjid Jami Darussalam Waioti Selasa (26/06/26).
Juventus Prima Yoris Kago saat membacakan sambutan Gubernur NTT mengatakan, Idul Adha adalah hari raya kurban mengingatkan umat pada peristiwa agung ketika Nabi Ibrahim Allah Subhanahu Wa Ta’ala,(ASWT) diuji ketaatannya untuk mengorbankan putra tercintanya, Nabi Ismail ASWT. Ketaatan yang luar biasa ini kemudian digantikan oleh Allah SWT dengan seekor domba sebagai lambang bahwa pengorbanan yang tulus ikhlas tidak akan pernah sia-sia.
“Makna kurban hari ini jauh lebih dalam dari sekadar menyembelih hewan, yaitu tentang melepaskan ego, Kurban mengalahkan sifat serakah, dan mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri”, kata Juventus.
Gubenur Melki Laka Lena memberi pesan penting pada momentum Hari Raya Idul Adha tahun 2026 :
Pertama, agar jadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Dikatakan bahwa Nusa Tenggara Timur adalah provinsi kepulauan dengan kondisi geografis yang menantang. Namun justru di tengah tantangan itulah, kata Melky Laka Lena, semangat berbagi yang kita miliki sekecil apapun telah menjadi identitas kita.
“Saya meminta kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memastikan distribusi hewan kurban tahun ini berjalan tepat sasaran. Prioritaskan masyarakat di daerah terpencil, keluarga prasejahtera, panti asuhan, dan mereka yang terdampak bencana atau gagal panen. Pastikan juga kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga setelah proses penyembelihan. Jangan sampai semangat berbagi justru menimbulkan persoalan masyarakat”, kata Melky Laka Lena saat dibacakan Bupati Sikka dalam sambutan ini.
Kedua, gubernur mengajak agar jadikan Idul Adha sebagai pengingat pentingnya amanah dan integritas dalam melayani masyarakat.
Ketiga, jaga dan rawat kerukunan antar umat beragama yang menjadi kekuatan NTT yang dikenal nasional bahkan internasional sebagai laboratorium kerukunan. Di sini umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu saling hidup berdampingan, menghormati, dan saling membantu. Idul Adha adalah momen yang tepat untuk mempererat persaudaraan itu.
“Saya mengapresiasi banyak tradisi di NTT di mana umat non-muslim ikut membantu proses kurban, dan umat muslim ikut bergotong royong saat perayaan agama lain. Tradisi inilah yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda”, kata Melky Laka Lena.
Keempat, kata gubernur, mari kita kaitkan semangat kurban dengan upaya membangun kemandirian pangan NTT.
“Hewan kurban yang kita sembelih hari ini hendaknya juga menjadi pengingat bahwa NTT memiliki potensi besar di sektor peternakan, khususnya sapi, kambing, dan babi. Mari kita dorong peternak lokal agar semakin produktif, sehat, dan memiliki akses pasar yang lebih luas”, tegas Melky Laka Lena.
Turut hadir pada acara ini asisten II Setda Sikka, Pet Poling. perwakilam kantor agama Maumere, perwakilan dinas social Kabupaten Sikka, Camat Alok Timur Kasianus Key, Lurah Waioti, tokoh masyarakat dan tokoh agama, Imam dan Pengurus Masjid Jami Darusalam Waioti Iksan wahab.***
Sumber : Diskominfo Pemkab Sikka
Editor : Redaksi pelitadesaNTT.com


Komentar