Hilirisasi Riset: LPPM Undana Umumkan 394 Proposal Riset Dosen Lolos Pendanaan Internal
KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat (LP2M) resmi mengumumkan 394 proposal penelitian dosen yang lolos pendanaan internal tahun 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kebijakan riset kali ini difokuskan secara masif untuk menjawab persoalan riil di masyarakat, terutama isu strategis yang menjadi tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa dari total 624 usulan, sebanyak 63 persen dinyatakan memenuhi kualifikasi setelah melalui seleksi ketat. Tema-tema yang mendominasi meliputi penanganan kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting, ketahanan pangan lahan kering, energi baru terbarukan, hingga literasi keuangan.

Seleksi Ketat Berbasis Inovasi dan Dampak
Proses evaluasi proposal melibatkan 10 indikator utama, dengan penekanan pada state of the art atau kebaruan inovasi serta kesesuaian dengan Rencana Induk Penelitian (RIP). Selain publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi, LP2M juga menuntut potensi luaran berupa paten atau produk riset aplikatif yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Arah riset kami tidak lagi hanya berorientasi akademik atau sekadar pemenuhan angka kredit, tetapi harus menjadi kontribusi nyata. Kami menilai kejelasan metode, rekam jejak tim peneliti, hingga rasionalitas anggaran untuk memastikan keberhasilan riset di lapangan,” tegas Prof. Yosep saat diwawancarai usai kunjungan kerja Komisi X DPR-RI, (22/4).
Riset yang didanai mencakup berbagai skema, mulai dari Penelitian Dosen Pemula (PDP), Penelitian Dasar dan Terapan Unggulan Perguruan Tinggi, hingga penugasan khusus bagi Guru Besar dan pimpinan universitas.
Peningkatan Reputasi Global dan Pengabdian Masyarakat
Selain solusi sosial, pendanaan riset internal ini diproyeksikan untuk memperkuat reputasi Undana di kancah nasional maupun global. Hasil-hasil penelitian ini diharapkan mampu mendongkrak peringkat universitas melalui publikasi ilmiah yang berkualitas.


Lebih lanjut, hasil riset ini tidak akan berhenti di atas kertas. Undana berencana mengintegrasikan temuan-temuan penelitian tersebut ke dalam program pengabdian kepada masyarakat yang akan menyasar delapan kabupaten/kota strategis di NTT. Melalui skema ini, para dosen diwajibkan mengimplementasikan inovasi mereka untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat lokal.
Evaluasi Berkala dan Komitmen Kontrak
Prof. Yosep mengingatkan para peneliti untuk mematuhi kontrak kerja, termasuk ketepatan waktu dalam menyusun laporan kemajuan dan laporan akhir. Peneliti diberikan waktu maksimal dua tahun untuk menyelesaikan luaran wajib seperti pendaftaran paten atau publikasi.


Bagi rekan-rekan dosen yang belum lolos tahun ini, kami telah menyediakan catatan evaluasi dari reviewer. Hal ini diharapkan menjadi bahan perbaikan agar kualitas riset Undana terus meningkat di masa depan,” tambahnya.
Langkah strategis ini mempertegas posisi Undana sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga sebagai mesin inovasi yang solutif bagi tantangan pembangunan di wilayah timur Indonesia. (IyL)
Editor : Ollien Manggol – Foto : Dokumentasi Humas



Komentar