GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Lawan Krisis Iklim NTT, Rektor Undana dan Koalisi Orang Muda Siap Gelar Jambore Akbar 2026

Lawan Krisis Iklim NTT, Rektor Undana dan Koalisi Orang Muda Siap Gelar Jambore Akbar 2026

Lawan Krisis Iklim NTT, Rektor Undana dan Koalisi Orang Muda Siap Gelar Jambore Akbar 2026

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggandeng generasi muda untuk memperkuat barisan dalam menghadapi ancaman krisis iklim di Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen strategis ini dipertegas setelah Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menerima audiensi dari Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim di ruang rapat Rektorat Undana, Kupang, pada Kamis (18/06/2026).

Pertemuan yang didampingi oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefri C. Adoe, S.E., MAP., serta Sub Koordinator Kerja Sama, Heppy Haning, S.Si., ini membahas matang rencana pelaksanaan Jambore Gotong Royong Orang Muda untuk Perubahan Iklim 2026. Sesuai agenda, perhelatan akbar tersebut akan diselenggarakan pada 4 hingga 7 Agustus 2026 di Kota Kupang, dengan kawasan Undana Farm diproyeksikan sebagai salah satu lokasi utama pergerakan.

Satu Hati Satu Suara dari Sumba hingga Flores

Pembina Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim, Yurgen Nubatonis, menjelaskan bahwa komunitas yang bergerak sejak 2021 ini telah mematri jaringan luas di berbagai titik krusial NTT, meliputi Flores, Kota Kupang, Alor, Sumba Barat, hingga Sumba Timur. Jambore mendatang didesain sebagai ruang bertukar taktik dan praktik baik dalam menjaga kelestarian ekosistem bumi Flobamora.

Aturan Baru Serdos 2026: Bobot PDD-UKTPT Tembus 55 Persen, Kemdiktisaintek Tekankan Validitas Data Digital

Sederet isu lintas sektoral siap dibedah dalam forum tersebut, mulai dari keadilan iklim antarpulau, degradasi ekosistem laut, konservasi terumbu karang, kedaulatan pangan lokal, hingga tenun ikat sebagai bagian dari kearifan budaya yang ramah lingkungan.

“Pesan utama yang ingin kami gaungkan dalam jambore ini adalah satu hati, satu suara untuk menjaga lingkungan NTT yang lebih baik. Selain talkshow, kami akan menyusun rekomendasi kebijakan resmi dari orang muda NTT untuk diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi,” papar Yurgen.

Membawa Mahasiswa Keluar dari Ruang Kuliah

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan taktis koalisi pemuda tersebut. Menurutnya, kolaborasi bersama organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan instrumen penting untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa agar tidak hanya mendekam di dalam ruang kuliah, tetapi terjun langsung menyelesaikan persoalan riil di tengah masyarakat.

Undana sendiri saat ini tengah gencar menggeser arah tata kelola energinya menuju konsep kampus hijau (green campus). Beberapa program internal yang sudah berjalan mandiri meliputi pengelolaan sampah terpadu, aktivasi bank sampah, hilirisasi limbah plastik oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undana, serta alokasi riset dosen yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan hidup.

Nakhoda Baru Beringin Matim: Rikardus Persly Terpilih Aklamasi, Targetkan Golkar Rebut Kembali Kursi Ketua DPRD

Prof. Jefri menegaskan bahwa pintu kemitraan ilmiah sangat terbuka lebar. Undana siap menerjunkan para dosen dan pakar lingkungan sebagai narasumber strategis, menggerakkan ribuan mahasiswa, serta memfasilitasi infrastruktur riset guna melahirkan solusi mitigasi iklim yang aplikatif di NTT.

Sinergi Akademis dan Gerakan Akar Rumput Pemuda

Sinergi antara otoritas akademis Undana dan Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim ini diyakini membawa dampak perubahan yang sangat signifikan bagi ketahanan ekologis NTT. Wilayah kepulauan NTT merupakan salah satu daerah yang paling rentan terdampak anomali cuaca ekstrem, mulai dari ancaman kekeringan panjang yang merusak sektor pertanian hingga badai siklon tropis.

Lewat kolaborasi ini, gerakan kepemudaan yang selama ini bergerak di akar rumput tidak lagi berjalan sendiri secara parsial. Dukungan ilmiah dari Undana—berupa data riset lingkungan, laboratorium terapan, dan metodologi akademis—akan mengubah rekomendasi kebijakan yang disusun oleh para pemuda menjadi sebuah dokumen strategis yang berbasis data kuat (evidence-based policy).

Formula gotong royong ini menjadi modalitas penting untuk menekan ego sektoral, sekaligus mendesak pembuat kebijakan di tingkat Pemprov NTT untuk menelurkan regulasi penyelamatan lingkungan yang lebih taktis dan berdampak nyata demi masa depan ruang hidup generasi mendatang.

Jamin Transparansi Mutasi Jabatan, Tim Verifikasi Polres Ende Audit Ketat Polsek Maukaro


Reporter: Alk
Editor: Ollien Manggol
Foto: Jeje Parera

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *