Oleh : Adrianus Ndu Ufi
Desa Suka Miskin, 18 Desember 2025
PELITADESANTT.COM – Menjelang perayaan Hari Raya Natal, seorang pemimpin daerah kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan berupa pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu. Kegiatan sosial ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Salah satu penerima bantuan, seorang ibu yang telah menjanda dan tinggal bersama dua anaknya, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Namun di balik ucapan syukur tersebut, terselip kegelisahan mendalam terkait masa depan pendidikan anak-anaknya.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Tapi saya juga berharap suatu hari nanti ada yang peduli pada anak-anak saya. Mereka sudah usia sekolah, satu SD dan satu SMP, tapi belum bisa sekolah karena saya tidak mampu membiayai,” ungkapnya lirih.
Pernyataan tersebut menggambarkan realitas yang masih dihadapi sebagian masyarakat, di mana keterbatasan ekonomi menjadi penghalang utama dalam pemenuhan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Kegiatan pembagian sembako oleh pemimpin daerah memang menjadi bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Namun, muncul pertanyaan reflektif dari masyarakat: apakah cukup hanya dengan membagikan bantuan pangan setiap akhir tahun, tanpa memastikan bahwa seluruh anak usia sekolah telah mengenyam pendidikan?
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat tidak hanya berhenti pada kebutuhan konsumsi harian, tetapi juga harus mencakup aspek jangka panjang seperti pendidikan. Tanpa akses pendidikan yang merata, upaya pengentasan kemiskinan akan sulit tercapai secara berkelanjutan.


Komentar