Tujuan utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan seperti ibu hamil serta balita, untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Sasaran utamanya meliputi peserta didik usia PAUD hingga SMA, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia, dengan harapan dapat mengurangi malnutrisi dan stunting serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM dan petani lokal.
Tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Meningkatkan Asupan Gizi : Memastikan kebutuhan gizi harian masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu, tercukupi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk meningkatkan status gizi dan mencegah malnutrisi serta stunting.
Menciptakan Generasi Unggul : Mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan kecerdasan dan produktivitas peserta didik.
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) : Berkontribusi dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sehat dan unggul untuk masa depan Indonesia Emas.
Mendongkrak Ekonomi Daerah : Mendorong pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, seperti petani, peternak, nelayan, dan UMKM, melalui pengadaan bahan baku makanan yang 85% diserap oleh Satuan Pelayanan Pemulihan Gizi (SPPG), sehingga peredaran uang dan lapangan kerja di daerah meningkat.
Sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program ini menyasar kelompok-kelompok yang membutuhkan asupan gizi memadai untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka, antara lain:
Peserta Didik : Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah dan kejuruan.
Ibu Hamil : Kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi cukup untuk kesehatan ibu dan janin.
Ibu Menyusui : Kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui air susu ibu (ASI).
Tentang apa yang diuraikan terkait program MGB adalah baik. Terkait apa yang menjadi keluhan lapangan adalah menu makan yang berdampak pada selera makan anak didik. Dalam pantauan hampir di beberapa sekolah anak didik tidak berselera makan karena apa yang disuguhkan tidak memenuhi selera makan mereka.
Berhubungan dengan selera makan anak sangat melekat dengan menu masakan ibu dari anak-anak tersebut. Oleh karena peran ibu dalam hal ini juga penting dalam urusan menu penyajian makanan.
Dalam proses pengelolaan tentang MBG ini rata-rata dikelola secara internal oleh pengurus PG dan beberapa pihak lain. Padahal salah satu tujuan adalah demi menunjang kehidupan ekonomi masyarakat kecil bersifat rasional yang mengedukasikan perubahan pendapatan dan penghasilan menujuh pertumbuhan ekonomi rumah tangga yang lebih baik.
Dipandang dari kinerja pengelolaan ini maka, dampak perubahan dan pengaruh ekonomi sangat kecil bagi masyarakat. Jika dipandang perluh pemerintah bisa mengkaji kembali pada sistem pengelolaan program tersebut. Agar bisa diberikan langsung pengelolaannya kepada masyarakat ataupun orang tua didik. Karena ini akan lebih berdampak positif terjadinya perubahan ekonomi dan selera makan anak.
(Red.)


Komentar