GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Rektor Undana Serukan Persatuan Hadapi Tantangan Geopolitik

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Rektor Undana Serukan Persatuan Hadapi Tantangan Geopolitik

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Rektor Undana Serukan Persatuan Hadapi Tantangan Geopolitik

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (1/6/2026). Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, momentum ini dijadikan refleksi bersama untuk memperkokoh nasionalisme dan merawat persaudaraan di lingkungan kampus.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., selaku inspektur upacara. Agenda tahunan ini dihadiri oleh jajaran wakil rektor, dekan, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Jangkar Moral di Tengah Kemajemukan Bangsa

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Dalam amanatnya, inspektur upacara membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menyoroti eksistensi Pancasila sebagai jangkar moral pemersatu kemajemukan Indonesia yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku bangsa.

Selain menjadi pelindung domestik, nilai-nilai Pancasila juga dinilai relevan dalam kancah internasional. Hal tersebut dibuktikan melalui konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta kontribusi aktif dalam pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sinergi Kampus dan Media, Undana-TVRI NTT Siap Gelar Nobar Piala Dunia FIFA 2026

Transformasi Nilai Pancasila dalam Pelayanan Akademik

Usai pelaksanaan upacara, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa ketangguhan Pancasila telah teruji dalam melintasi berbagai fase sejarah bangsa. Menurutnya, seluruh sivitas akademika harus mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur tersebut, bukan sekadar menjadikannya simbol atau hafalan normatif.

“Nilai luhur Pancasila harus menjadi nilai dasar (value) bagi kita semua untuk memperkokoh persatuan. Rasa kebersamaan ini harus dijaga, terutama dalam menghadapi situasi geopolitik global yang kian kompleks. Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi energi bagi kita di Undana untuk terus melayani dan menjalankan tugas pendidikan secara optimal,” urai Prof. Jefri.

Komitmen Pembentukan Karakter Bangsa

Urgensi dari pelaksanaan upacara ini adalah penegasan kembali komitmen Undana sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada keunggulan sains dan teknologi, tetapi juga berintegritas dalam mencetak generasi muda berkarakter luhur.

Melalui momentum ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai gotong royong dan toleransi sebagai benteng pertahanan dari dampak negatif globalisasi, sekaligus modal utama menuju Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan. (Alk)

Editor : Ollien Manggol – Foto : Jeje Parera dan Aisah

“Menelusuri Akar Ideologi di Ende: Menjadikan Pancasila Jiwa Pembangunan NTT dan Indonesia”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *