GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Rona Lingkungan Pantai Desa Penggajawa

Rona Lingkungan Pantai Desa Penggajawa

Rona Lingkungan Pantai Desa Penggajawa

Oleh Redaksi

PELITADESANTT.COM – Desa Penggajawa merupakan desa pemekaran dari desa induk yakni Desa Nggo Rea. Tujuan dibentuknya Desa Penggajawa yaitu untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat desa yang berdomisili di sekitar pesisir pantai dan wilayah pedusunan yang letaknya berjauhan dengan pusat Desa Nggo Rea. Tujuan pemekaran desa tersebut selain untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat desa, juga didasarkan pada aspirasi masyarakat Dusun Penggajawa sebelum terbentuknya Desa Penggajawa dengan alasan untuk pemerataan di bidang pembangunan. Setelah terbentuk, wilayah Desa Penggajawa meliputi Dusun I Penggajawa dan Dusun II Penggajawa.

Foto Istimewa

Desa Penggajawa terletak di wilayah Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende dan merupakan salah satu desa yang terletak di sebelah Utara kota Ende dengan jarak ± 20 km ke arah Utara menuju kota Mbay sehingga letaknya berdekatan dengan jalan negara yang menghubungkan antara Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo. Apabila ditempuh dari kota Ende memerlukan waktu kurang lebih 30 menit, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

DPP AKPERSI Bekukan SK dan Mandat DPD Provinsi Banten, Tegaskan Penataan Organisasi dan Komitmen AD/ART

Batas-batas wilayah Desa Penggajawa adalah sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sangga Rhorho, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sawu, sebelah Timur berbatasan dengan Desa Nggo Rea, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ndetu Rea. Desa Penggajawa merupakan daerah yang keadaan topografinya berupa daerah pesisir pantai yang berbukit dengan ketinggian 300 meter di atas permukaan laut.

Foto Istimewa

Kawasan pantai Penggajawa mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial berupa batu berwarna hijau yang sudah sejak lama keberadaannya di kawasan pantai tersebut hingga saat ini. Hamparan batu berwarna hijau yang tersebar sepanjang kawasan pantai Penggajawa adalah sumber daya alam yang harus tetap diupayakan pelestariannya agar tetap berkesinambungan.

Batu berwarna Penggajawa salah satu komoditi andalan yang dipasarkan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri dengan berbagai macam ukuran dan bentuknya yang unik, bermanfaat sebagai batu hias (ornamen) di taman-taman, maupun ornamen di dinding-dinding dan di lantai.

Batas wilayah penambangan batu berwarna Penggajawa, meliputi sebelah Utara dengan jalan negara, sebelah Selatan dengan laut Sawu, sebelah Barat dengan lokasi pemukiman warga, dan sebelah Timur dengan tanjung Nggola Mele. Dalam melakukan kegiatan penambangan batu berwarna tersebut, pelaksanaannya dilakukan dengan pola pertambangan rakyat secara manual, yakni melakukan pengumpulan, penyortiran, dan pengepakan dalam karung oleh tenaga manusia.

Wakili NTT ke Panggung Nasional, Mahasiswa Undana Siap Berlaga di The Icon Indonesia SCTV

Foto Istimewa

Dampak yang timbul akibat aktivitas penambangan batu berwarna tersebut sudah tampak dengan jelas, dan hal ini disebabkan oleh beberapa sumber dampak. Sumber dampak yang terjadi selama kegiatan konstruksi adalah penggalian batu hijau yang dilakukan oleh warga masyarakat setempat, sehingga dampak utamanya adalah timbulnya lubang-lubang atau kubangan di beberapa titik penggalian sehingga terjadinya perubahan estetika pantai dan tata guna lahan.

Foto Istimewa

Manusia mempunyai hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, maka setiap orang juga berkewajiban untuk memelihara lingkungan hidup dari kemungkinan timbulnya kerusakan. Upaya pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan merupakan kewajiban bagi setiap manusia agar tercipta dan terjaminnya pelestarian kemampuan lingkungan hidup. Tetapi dari berbagai kegiatan manusia yang telah melakukan eksploitasi secara besar-besaran dapat mengubah rona lingkungan yang ada sehingga timbul kerusakan lingkungan hidup. Tanggung jawab terhadap lingkungan tentunya akan mewarisi  pemanfaatan bagi generasi penerus. ***

Personel Pos Terpadu Ops Semana Santa Kawal Ratusan Penumpang KM Wilis di Pelabuhan Ippi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *