GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Sinergi Tripartit: Undana, UKAW, dan BPPMHKP Matangkan Regulasi Mutu Perikanan

Sinergi Tripartit: Undana, UKAW, dan BPPMHKP Matangkan Regulasi Mutu Perikanan

Sinergi Tripartit: Undana, UKAW, dan BPPMHKP Matangkan Regulasi Mutu Perikanan

KUPANG, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat sinergi sektor kelautan dengan menggandeng Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Kupang. Langkah ini diawali dengan rapat pembahasan draft kerja sama secara daring pada Jumat (10/4/2026), yang melibatkan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) sebagai mitra kolaborasi institusi pendidikan.

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk membangun landasan hukum yang kuat dalam mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang lebih terukur di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Urgensi Landasan Hukum dan Mutu Produk

Kepala Stasiun BPPMHKP KupangKepala Stasiun BPPMHKP Kupang, Ridwan, S.St.Pi., mengungkapkan bahwa selama ini mahasiswa dan dosen Undana telah aktif melakukan magang serta penelitian di instansinya. Namun, kegiatan tersebut belum dipayungi oleh perjanjian kerja sama tertulis.

“Perjanjian tertulis sangat diperlukan sebagai landasan hukum untuk melancarkan proses kolaborasi ke depan, baik dalam pengawasan mutu maupun pengembangan kompetensi mahasiswa,” tegas Ridwan.

Lepas Peserta Kukerta UPG 1945 NTT, Gubernur Melki Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di NTT

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, Dr. Ir. Agnette Tjendanawangi, M.Si., menekankan bahwa kerja sama ini harus menjadi solusi konkret atas persoalan mutu perikanan di NTT. Ia menyoroti rendahnya kualitas hasil tangkapan akibat penggunaan es rumahan dalam rantai dingin oleh nelayan, serta risiko kesehatan pada produk ikan asap di Lembata akibat penggunaan kayu bakar yang tidak standar.

Libatkan Mahasiswa di Tempat Pelelangan Ikan

Selain fokus pada penelitian, Dr. Agnette berharap kolaborasi ini membuka ruang bagi mahasiswa Undana untuk terlibat langsung dalam pengumpulan data teknis di lapangan. Mahasiswa diproyeksikan dapat membantu pencatatan ukuran hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) guna memetakan potensi dan kualitas sumber daya laut NTT secara akurat.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefry C. Adoe, S.E., M.AP., menambahkan bahwa rapat ini merupakan tahap awal menuju koordinasi intensif. Setelah sinkronisasi draf selesai, agenda utama selanjutnya adalah penandatanganan kerja sama tripartit antara BPPMHKP, Undana, dan UKAW.

Mendorong Kesejahteraan Nelayan

Puncak dari rangkaian koordinasi ini dijadwalkan berlangsung di Kampus Undana dengan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa sebagai implementasi perdana kerja sama. Sinergi lintas instansi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga mendorong standarisasi mutu hasil perikanan NTT.

Melalui standarisasi dan pengawasan mutu yang lebih baik, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam meningkatkan nilai jual hasil laut dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Nusa Tenggara Timur. (Hec)***

Jelajahi Flores, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undana Tebar Inspirasi lewat “Kemah Kerja Berdampak”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *