GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Sirilus Blolong Tewas Gantung Diri, Belum diketahui Penyebab Korban Ambil Jalan Pintas

Sirilus Blolong Tewas Gantung Diri, Belum diketahui Penyebab Korban Ambil Jalan Pintas

Sirilus Blolong Tewas Gantung Diri, Belum diketahu Penyebab Korban Ambil Jalan Pintas

LEMBATA — Nasib naas menimpa korban Sirilus Blolong, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SDK Lolong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada pohon dikebunnya sendiri, Senin, 11 Mei 2026.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab mendorong sang guru itu mengakhiri hidupnya secara tragis. Pihak Polsek Nagawutung dan bahkan Polres Lembata yang turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga belum mengungkapkan perihal kematiannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta-Nusantara.Com, Kamis, 14 Mei 2026, melalui sepupu korban, Barnabas Blolong menerangkan, pihak keluarga juga merasa kaget korban mengakhiri hdupnya dengan cara gantung diri. Ia menuturkan, pihak keluarga tidak pernah membayangkan kalau korban bisa senekat memilih jalan pntas seperti itu.

Menurut Barnabas Blolong, situasi keluarga baik-baik saja dan pada malam hari tidur bersama keluarga sebagaimana biasa. Namun pada Senin  dinihari korban bangun dan meninggalkan rumah. Keluarga pun  tidak tahu menahu kemana ia pergi. Sepanjng hari selasa, 12/5/26) keluarga juga belum nenemukan sang gruru itu kemana rimbanya.

Optimalkan Pakan Ternak, Mahasiswa Peternakan Undana Bedah Potensi Pastura di Bukit Teletubbies Lelogama

Pada malam harinya, tutur Bernabas, istri korban, Mensi Matarau terus mencari kemana suami terkasih menghilang dari rumah. Bahkan pada malam hari istri mencari ke tempat Doa Rosario jangan sampai suami ikut berdoa, namun tidak ditemukan.

Pencarian keluarga terus dilakukan, dan istri mencari ke ke kebun. Begitu tiba dikebun, anjing piaraan korban menjemput dan berlari menuju ke Pohon dimana menjadi tempat kejadian perkara. Sang istri, Mensi Matarau  pun kaget histeris melihat suami terkasih tergantung kaku di dahan pohon. Sembari berlari pulang ke kampung membawa kabar duka kepada keluarga.  Akhirnya keluarga bergegas ke kebun “menjemput” korban di TKP.

Barnabas Blolong menuturkan , berdasarkar kisa sejarah Suku Belolong belum ada warga suku mengakhiri hidup dengan cara traggis gantung diri. Kalau mati tenggelam atau jatuh dari pohon tuak pernah meninpa warga suku Blolong. Karena itu, lanjut Barnabas, pihak keluarga sudah meminta bantua dua orang dukun kiranya dapat membantu dengan caranya untuk mengetahui sebab musebab kematian korban dengan cara ini.

Tomy, Kasubag Humas PolresLembata ketika dihubung melalui Whatspp hingga berita ini diturunkan, belum ada respos terkait kasus tersebut.

Sasar Literasi Digital, Gubernur NTT Luncurkan Program Siber Sehat bersama UNDANA

Akhirnya korban telah dimakamkan Rabu, 13 Mei 2026. Almahrm Sirilius Blolong meninggalkan seoarang istri, Mensi Matarau, dan 3 orang anak. Selamat Jalan Sang Guru menuju Rumah Bapa di Surga.(WN-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *