Tingkat Kepercayaan Publik Capai 92,9 Persen, Bawaslu Flotim Soroti Minimnya Literasi Tugas Spesifik Pengawasan
FLORES TIMUR, NTT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur resmi merilis hasil survei tingkat pengetahuan dan kepercayaan publik terhadap lembaga. Meski mengantongi tingkat kepercayaan yang tinggi, Bawaslu mencatat adanya celah besar pada pemahaman masyarakat terkait tugas-tugas teknis pengawasan.
Survei yang dilakukan selama satu pekan tersebut memotret persepsi masyarakat dari berbagai aspek, mulai dari jenis kelamin, kelompok umur, hingga profesi. Hasilnya, responden dari sektor swasta dan kelompok usia 30-an tahun menjadi kelompok yang paling mendominasi partisipasi survei ini.
Ketua Bawaslu Flores Timur, Enersta Katana, SM, mengungkapkan bahwa secara umum masyarakat sudah mengenal eksistensi Bawaslu. Sebanyak 98 persen responden menyatakan tahu bahwa Bawaslu adalah pengawas pemilu. Namun, angka tersebut tidak berbanding lurus dengan pemahaman substansial terkait kewenangan lembaga.

“Masyarakat mengetahui peran kami sebagai pengawas, namun mereka belum sepenuhnya memahami tugas-tugas spesifik, seperti bagaimana mekanisme penanganan pelanggaran pemilu dan prosedur penyelesaian sengketa proses,” ungkapnya dalam keterangan resminya kepada awak media di Kantor Bawaslu Flotim, Rabu (8/4/2026).
Di sisi lain, dari aspek kredibilitas, Bawaslu Flotim mendapat rapor positif. Akumulasi tingkat kepercayaan publik menyentuh angka 92,9 persen, yang terdiri dari 48,5 persen responden menyatakan ‘Sangat Percaya’ dan 44,4 persen menyatakan ‘Percaya’. Sementara itu, hanya 7,1 persen responden yang mengaku ‘Kurang Percaya’.


Ia menekankan bahwa mayoritas responden menilai Bawaslu telah bekerja secara independen dan profesional. Kendati demikian, ia mengakui masih ada tantangan besar terkait keraguan masyarakat terhadap efektivitas penindakan pelanggaran yang melibatkan aktor-aktor politik besar.
“Hasil survei ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kinerja kelembagaan. Kami menyadari literasi publik tentang pengawasan pemilu masih perlu ditingkatkan. Ke depan, kami akan memperkuat sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, survei ini merekomendasikan adanya peningkatan transparansi dan komunikasi publik yang lebih masif. Langkah ini dianggap krusial agar masyarakat tidak hanya sekadar menjadi objek pengawasan, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam menjaga integritas demokrasi di Flores Timur.
Melalui rilis ini, Bawaslu Flotim kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. (DS)


Komentar