Undana Talk Eps. 11 : Inovasi Mi Kelor Mahasiswa Undana, Solusi Pangan Lokal Penekan Stunting yang Tembus Nasional
KUPANG – Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menciptakan inovasi pangan berbasis kearifan lokal melalui produk “Mi Kelor”. Inovasi yang digagas oleh tim Sahabat Kelor ini tidak hanya bertujuan untuk kewirausahaan, tetapi juga menjadi misi sosial dalam menekan angka stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim yang beranggotakan Aditia Cahya Saputra, Aurelia Esem, Dominikus Arcarius Depha Daki, dan Hector Abu Bakar Abdullah ini berhasil membawa produk mereka ke panggung nasional. Mi Kelor Undana terpilih sebagai satu dari tiga perwakilan universitas untuk berkompetisi dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah, bersaing dengan 270 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kelor sebagai Superfood Terjangkau
Aurelia Esem menjelaskan bahwa pemilihan daun kelor didasarkan pada kandungan gizinya yang sangat tinggi dan ketersediaannya yang melimpah di NTT. Strategi mengubah kelor menjadi mi merupakan langkah taktis agar produk kesehatan ini dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Mi adalah makanan universal yang disukai semua orang. Kami mengolah daun kelor berkualitas tinggi menjadi mi bergizi yang tetap terjangkau, yakni Rp10.000 per porsi. Selain mi, kami juga mengembangkan produk turunan berupa kompiang kelor,” ujar Aurelia.
Produk ini lahir melalui perjalanan panjang dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Sebelum dipasarkan, tim harus melalui tahap uji coba produk selama satu bulan dan pelatihan intensif untuk memastikan standar kelayakan konsumsi serta daya saing pasar.

Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Kampus
Inovasi ini juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Tim Sahabat Kelor memberdayakan masyarakat di wilayah Penfui sebagai pemasok bahan baku daun kelor. Sinergi ini memastikan keberlanjutan produksi sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat lokal.
Ketua tim, Aditia Cahya Saputra, mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka menembus level nasional tidak lepas dari dukungan penuh pihak kampus. Undana memfasilitasi bimbingan mentor, menghubungkan mahasiswa dengan pelaku usaha berpengalaman, hingga memberikan bantuan finansial untuk keberangkatan kompetisi.

Kami didukung penuh oleh universitas, mulai dari pencarian tutor hingga fasilitas keberangkatan ke Magelang. Peran dosen pembimbing juga sangat krusial dalam membentuk mentalitas usaha kami,” kata Aditia.
Komitmen Solusi Berkelanjutan
Meski harus membagi waktu antara kegiatan akademik yang padat dan operasional usaha, tim Sahabat Kelor tetap konsisten mengembangkan produknya. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Undana mampu menciptakan solusi konkret atas permasalahan gizi kronis di daerahnya.
Melalui pencapaian ini, Undana mempertegas posisinya dalam mendukung transformasi mahasiswa menjadi wirausahawan muda yang inovatif. Inovasi Mi Kelor diharapkan terus berkembang menjadi unit bisnis berkelanjutan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan ekonomi di Nusa Tenggara Timur. (Nisa)
Editor : Ollien Manggol – Foto : Jeje Parera



Komentar