GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Wagub NTT dan Kemendagri Sinkronkan Kebijakan Penguatan Daerah

Wagub NTT dan Kemendagri Sinkronkan Kebijakan Penguatan Daerah

Wagub NTT dan Kemendagri Sinkronkan Kebijakan Penguatan Daerah

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan percepatan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan layanan kesehatan, serta kemudahan akses pelayanan publik sebagai hasil konkret koordinasi strategis dengan Kementerian Dalam Negeri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat melaksanakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir beserta jajaran di Gedung A Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Direktur Jenderal Otonomi Daerah Cheka Virgowansyah, Direktur BUMD dan Barang Milik Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Yudia Ramli serta pejabat terkait lainnya.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang didorong berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.

Optimalkan Pakan Ternak, Mahasiswa Peternakan Undana Bedah Potensi Pastura di Bukit Teletubbies Lelogama

Percepatan perubahan status Bank Pembangunan Daerah NTT menjadi Perseroda diharapkan membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi UMKM, petani, dan pelaku usaha kecil. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih kuat, ekonomi masyarakat diharapkan semakin tumbuh dan mandiri.

Di sisi lain, penguatan regulasi Pajak dan Retribusi Daerah akan meningkatkan PAD yang kemudian dikembalikan dalam bentuk pembangunan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Optimalisasi layanan Samsat, termasuk penertiban kendaraan berplat luar daerah, akan memperkuat keadilan fiskal sekaligus meningkatkan kapasitas keuangan daerah tanpa membebani masyarakat yang sudah taat pajak.

Sasar Literasi Digital, Gubernur NTT Luncurkan Program Siber Sehat bersama UNDANA

Dalam sektor kesehatan, penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan yang lebih cepat, ketersediaan tenaga medis yang memadai, serta peningkatan kualitas fasilitas kesehatan.

Reformasi birokrasi juga diarahkan pada penyederhanaan struktur organisasi dan penataan jabatan agar pelayanan publik semakin efisien, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi NTT langsung menyiapkan langkah konkret, antara lain percepatan penyelesaian regulasi strategis, penguatan layanan Samsat berbasis kolaborasi dengan kabupaten/kota, peningkatan kapasitas rumah sakit melalui penguatan BLUD, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah untuk menambah PAD.

Selain itu, Pemprov NTT juga memperkuat penataan aparatur melalui pengelolaan PPPK dan pemenuhan kebutuhan SDM pemerintahan melalui pengusulan penambahan kuota pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan seluruh kebijakan berjalan efektif di lapangan.

Sinergi Undana-Charoen Pokphand: Jembatan Emas Mahasiswa Menuju Industri Peternakan Global

“Kami bergerak cepat menindaklanjuti seluruh hasil ini. Targetnya jelas: masyarakat merasakan perubahan nyata dalam pelayanan dan kesejahteraan,” tegas Wakil Gubernur.

#AyoBangunNTT

Penulis : RingLing Lantakai

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *