GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » NTT Tunjukkan Wajah Toleransi, Pawai Ta’aruf MTQ XXXI Bakal Dilepas dari Halaman Gereja

NTT Tunjukkan Wajah Toleransi, Pawai Ta’aruf MTQ XXXI Bakal Dilepas dari Halaman Gereja

NTT Tunjukkan Wajah Toleransi, Pawai Ta’aruf MTQ XXXI Bakal Dilepas dari Halaman Gereja

KUPANG – Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat sorotan positif. Hal ini mencuat saat agenda audiensi persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTT yang akan segera dihelat di Kabupaten Nagekeo.

Dalam pertemuan yang berlangsung hari ini, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTT hadir untuk memaparkan kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut. Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan meriah.

Salah satu poin pembahasan yang menarik perhatian adalah rencana pelaksanaan Pawai Ta’aruf yang akan diikuti oleh para peserta dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Agenda pembuka ini dipastikan akan memberikan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat.

Satu hal yang sangat menyentuh dalam rangkaian pawai tersebut adalah titik pemberangkatan peserta. Pawai Ta’aruf ini dijadwalkan akan dilepas secara resmi dari halaman Gereja Katolik Penginana, Mbay, menuju lokasi utama pembukaan MTQ.

Skandal Korupsi ‘Makan Bergizi Gratis’ Terbongkar: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Dijebloskan ke Penjara, Rompi Pink Jadi Saksi!

Keputusan menjadikan halaman gereja sebagai titik start pawai bukan tanpa alasan. Hal ini menjadi simbol kuat bahwa kerukunan di NTT telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

“Inilah NTT yang sesungguhnya,” ungkap perwakilan pemerintah saat menerima audiensi tersebut. Meski di daerah lain hal serupa mungkin dianggap sebagai sesuatu yang biasa, bagi masyarakat NTT, ini adalah pesan yang sangat bermakna.

Kegiatan ini menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sebuah alasan untuk menciptakan jarak antarumat. Sebaliknya, perbedaan yang ada di bumi Flobamorata justru menjadi kekuatan utama untuk berjalan bersama dalam keberagaman.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi tinggi disampaikan kepada Ketua LPTQ Provinsi NTT, Bapak Moh. Ansor, beserta seluruh jajaran pengurus yang telah bekerja keras mempersiapkan perhelatan ini. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dinilai sebagai kunci keberhasilan acara.

Pemerintah Provinsi NTT pun menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MTQ XXXI di Kabupaten Nagekeo. Dukungan ini mencakup segala aspek agar agenda besar tersebut dapat berjalan sukses dan aman.

Skandal Tunjangan Perumahan DPRD Sikka: Kejaksaan Usut Rp 1,4 Miliar Dana Publik yang Belum Kembali

Lebih jauh, diharapkan perhelatan MTQ XXXI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan keagamaan semata. Diharapkan kegiatan ini menjadi perayaan iman sekaligus manifestasi nyata dari ikatan persaudaraan yang tak terpisahkan di Provinsi NTT.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *