Reuni Akbar Lamakera-Yamali 2026: Lebih dari Sekadar Nostalgia, Sebuah Gerakan Lingkungan Berkelanjutan untuk Lamakera Hijau!
LEWOLEBA, NTT, 2 Juni 2026 – Bersiaplah untuk sebuah perhelatan akbar yang bukan hanya merayakan ikatan persaudaraan, tetapi juga mengukir sejarah baru bagi kelestarian lingkungan. Perhimpunan Keluarga Lamakera Solor (PKLS) Lembata dengan bangga mengumumkan Reuni Akbar Lamakera-Yamali 2026, sebuah acara tiga tahunan yang kali ini hadir dengan misi yang jauh lebih besar: “Menghijaukan Kampung Halaman.”
Dalam rapat internal pengurus yang penuh semangat di kediaman Siti Nurhaida, Lewoleba, pada tanggal 2 Juni 2026, terungkap sebuah visi ambisius yang dipimpin oleh Rifai Kasim, S.Km., M.Pd. Rapat ini menegaskan komitmen serius PKLS Lembata untuk memberikan dampak nyata bagi tanah kelahiran mereka.
Muhammad Ali, salah satu motor penggerak utama, secara resmi mengumumkan bahwa Reuni Akbar Lamakera dan Yamali Tingkat Nasional akan diselenggarakan di tanah leluhur, Lamakera, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, pada tanggal 3 hingga 7 Juli 2026.

“Ini adalah agenda rutin tiga tahunan kita. Namun, di tahun 2026 ini, kami bertekad untuk meninggalkan jejak yang lebih bermakna dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Ali dengan penuh semangat.
“Gelekat Lewo Lamakera”: Program Unggulan untuk Masa Depan Hijau
Apa yang membuat reuni kali ini berbeda? PKLS Lembata meluncurkan program unggulan yang dinamakan “Gelekat Lewo Lamakera.” Ini adalah manifestasi nyata dari rasa cinta dan kepedulian mendalam terhadap warisan budaya dan kelestarian lingkungan asal mereka. Rifai Kasim menjelaskan bahwa “Gelekat Lewo Lamakera” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan dengan tiga aksi konkret yang akan diimplementasikan selama reuni:
1.Gerakan Penanaman 1.000 Pohon: Sebuah target ambisius untuk secara signifikan meningkatkan tutupan hijau di Lamakera, menciptakan paru-paru baru bagi komunitas.
2.Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan: Inisiatif bersih-bersih massal dan edukasi komprehensif untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kampung.
3.Lomba Ketangkasan SD: Sebuah kompetisi yang dirancang untuk menghibur sekaligus memotivasi generasi muda setempat, menanamkan nilai-nilai positif melalui persaingan sehat.
Urgensi Lingkungan: “Kami Ingin Lamakera Tetap Hijau”
Rifai Kasim menekankan urgensi program penanaman pohon. “Lamakera saat ini sangat membutuhkan pepohonan. Ini bukan hanya tentang estetika visual, tetapi lebih fundamental, ini adalah tentang kenyamanan dan kualitas hidup bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, PKLS Lembata berupaya menanamkan kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Ini adalah panggilan bagi setiap anak Lamakera dan Yamali, di mana pun mereka berada, untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan mereka.
“Lingkungan yang asri adalah hak fundamental kita semua. Melalui reuni ini, kami ingin membangkitkan kembali kesadaran kolektif tersebut,” tambah Rifai.
Bukan Sekadar Reuni, tetapi Investasi untuk Masa Depan
Muhammad Ali menutup rapat dengan pernyataan yang kuat, menegaskan bahwa program “Gelekat Lewo Lamakera” akan menjadi inti dari Reuni Akbar 2026.
“Ini akan menjadi kebanggaan kita bersama. Kita pulang bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk secara aktif memastikan masa depan Lamakera tetap lestari dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Jadi, bagi seluruh keluarga besar Lamakera dan Yamali di seluruh Indonesia, siapkan energi dan semangat Anda. Juli 2026 nanti, kita tidak hanya akan bertemu wajah-wajah lama, tetapi juga menanam harapan baru yang akan tumbuh subur bagi bumi Solor. Reuni ini juga akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, serta putra terbaik Lamakera, Ahmad Yohan, anggota DPR-RI. (RAM)
Editor : Redaksi PelitadesaNTT.com


Komentar