GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Alor Gemilang! Taman Perairan Terbaik Nasional Bidik PAD Rp6,5 Miliar, Wagub NTT Perang Melawan Bom Ikan

Alor Gemilang! Taman Perairan Terbaik Nasional Bidik PAD Rp6,5 Miliar, Wagub NTT Perang Melawan Bom Ikan

Alor Gemilang! Taman Perairan Terbaik Nasional Bidik PAD Rp6,5 Miliar, Wagub NTT Perang Melawan Bom Ikan

ALOR – Kabupaten Alor kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya berhasil menyabet predikat peringkat pertama sebagai pengelola kawasan konservasi laut terbaik di Indonesia. Pencapaian luar biasa ini, dengan nilai Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) mencapai 94,21 persen berstatus emas, menjadi sorotan utama kunjungan kerja Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, ke Alor pada Rabu (3/6/2026).

Setibanya di Bandara Mali, Wagub Johni Asadoma disambut hangat oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo dan jajaran Pemkab Alor. Agenda utama kunjungan ini adalah meninjau langsung UPTD yang mengelola kawasan konservasi perairan seluas 277.072,61 hektare tersebut. Dalam paparannya, Kepala UPTD, Augustinus Frumentius HB, tidak hanya memamerkan peningkatan signifikan nilai EVIKA dari 88,12 persen pada tahun sebelumnya, tetapi juga ambisi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selain menjadi kawasan konservasi, wilayah ini dikembangkan untuk budidaya mutiara, rumput laut, perikanan tangkap, hingga wisata bahari,” jelas Augustinus, menunjukkan potensi ekonomi maritim Alor yang beragam. Sektor kelautan Alor memang menunjukkan tren positif, dengan realisasi PAD mencapai Rp3,39 miliar pada tahun 2025, melampaui target awal. Untuk tahun 2026, target PAD ditingkatkan secara ambisius menjadi Rp6,5 miliar, didorong oleh kontribusi perikanan tangkap, budidaya, dan retribusi wisata bahari.

Peningkatan ini juga didukung oleh Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 yang menetapkan tarif masuk kawasan wisata bahari sebesar Rp100 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp400 ribu untuk mancanegara. Data menunjukkan daya tarik Alor sebagai destinasi selam kelas dunia, dengan 955 wisatawan (833 di antaranya mancanegara) melakukan snorkeling dan diving dari Maret hingga Mei 2026.

Namun, di balik gemerlap prestasi, Augustinus juga tak menampik sejumlah tantangan. Keterbatasan anggaran lapangan, rendahnya kepatuhan administrasi pelaku usaha, kerusakan sarana pengawasan seperti speedboat, serta praktik penangkapan ikan menggunakan bom di beberapa titik perairan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Alor Bergerak! Wagub NTT Pimpin Deklarasi Damai, Satukan Kekuatan Lawan Tawuran dan Kenakalan Remaja

Menanggapi hal ini, Wagub Johni Asadoma memberikan apresiasi tinggi namun juga instruksi tegas. “Saya optimistis target PAD dapat dicapai dan terus ditingkatkan. Namun, pengembangan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya konservasi. Bom ikan adalah bencana bagi laut Alor. Dampaknya merusak terumbu karang, mengancam biota laut, dan merugikan generasi masa depan,” tegas Wagub Johni.

Secara khusus, Wagub menginstruksikan penyuluhan intensif di Pulau Buaya, wilayah rawan bom ikan, dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kegiatan ini wajib melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, serta memanfaatkan media edukasi visual. Wagub juga meminta Kepala BPAD Provinsi NTT berkoordinasi dengan KKP RI untuk menyusun peta permasalahan komprehensif. Selain itu, Wagub mendorong pembangunan pusat kuliner dan kerajinan UMKM terintegrasi serta pemasangan mooring buoy untuk menjaga kualitas destinasi diving kelas dunia.

Senada dengan Wagub, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, menegaskan komitmen Pemkab untuk memperketat perizinan dan pengawasan terhadap dive operator, memastikan wisata bahari Alor berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan sinergi kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat, Alor siap menjadi model pengelolaan taman perairan yang sukses secara ekonomi dan lestari secara ekologi. #AyoBangunNTT

Penulis – Foto : RingLing – Ben Jusuf

Editor : Redaksi PelitadesaNTT.com

Kolaborasi Emas Pemuda dan Pemerintah: Taman Duang Wangatoa Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner dan Ruang Publik Modern di Lembata!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *