Undana Cetak Sejarah: Buka Program Dokter Spesialis Perdana di NTT, Pangkas Kesenjangan Medis 3T
KUPANG, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) dengan bangga mengumumkan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) perdana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah monumental ini menandai babak baru dalam upaya pemerataan layanan kesehatan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen Undana sebagai garda terdepan pemenuhan tenaga medis ahli di kawasan kepulauan.
Program PPDS yang mulai menerima pendaftaran sejak Senin, 8 Juni 2026, ini menawarkan dua spesialisasi krusial: Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Anestesiologi dan Terapi Intensif. Inisiatif strategis ini diperkenalkan secara interaktif dalam program Undana Talk bertajuk “From Medical Doctor to Specialist, Selamat Datang Residen Undana” pada Selasa, 9 Juni 2026.
Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menjelaskan bahwa pembukaan PPDS ini merupakan respons cepat terhadap kebijakan akselerasi program studi spesialis dari pemerintah pusat. Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan penempatan dokter spesialis di daerah 3T, menjadikan Undana sebagai motor penggerak utama dalam mencetak tenaga medis berkualitas tinggi yang siap mengabdi di seluruh pelosok NTT.
Kebutuhan akan dokter spesialis di NTT sangat mendesak, mengingat disparitas distribusi tenaga medis yang ekstrem. Ketua Dewan Penasihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT, dr. Laurens David Paulus, Sp.O.G, Subsp. Onk, FISQua., menyoroti bahwa dari sekitar 70 dokter Obgyn di NTT, hampir 30 di antaranya terkonsentrasi di Kota Kupang. Kondisi ini menyebabkan banyak kabupaten kepulauan hanya memiliki satu dokter spesialis, yang berisiko melumpuhkan layanan darurat jika dokter tersebut berhalangan. Senada, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) Cabang NTT, dr. Robinzon G. Fanggidae, Sp.An-TI, FIP., menekankan vitalnya peran dokter anestesi dalam operasional kamar bedah di rumah sakit daerah.

Untuk menjamin kualitas lulusan, FKKH Undana menerapkan kuota penerimaan yang terukur: 4 orang per semester untuk Spesialis Obgyn dan 3 orang per semester (6 orang per tahun) untuk Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif. Proses pendaftaran seleksi administrasi dilakukan secara daring melalui laman resmi smmu.undana.ac.id mulai 8 hingga 22 Juni 2026. Calon residen akan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) pada Juli, diikuti uji kompetensi spesifik berupa tes tertulis, psikotes, dan wawancara mendalam.
Undana juga berkomitmen meringankan beban finansial mahasiswa melalui berbagai skema beasiswa. Dr. Christina mengungkapkan, “Kami tengah mengupayakan peluang beasiswa melalui jalur khusus Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mahasiswa on-going. Kami juga aktif menggalang kerja sama dengan para bupati di NTT agar pemerintah daerah bersedia memberikan beasiswa bagi dokter berstatus PNS atau CPNS daerah, dengan komitmen mereka harus kembali mengabdi ke kabupaten asalnya setelah lulus.” Bagi jalur pembiayaan mandiri, Undana menetapkan tarif kompetitif yang disesuaikan dengan ekonomi regional, yaitu Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp15 juta (Kategori 1) dan Rp17 juta (Kategori 2) per semester, serta Iuran Pembangunan Institusi (IPI) senilai Rp70 juta.
Pembukaan PPDS lokal ini juga bertujuan memangkas birokrasi dan jarak bagi dokter umum di NTT yang selama ini harus bersaing ketat untuk kuota studi spesialis di luar daerah. Rektorat Undana memberikan peringatan keras terhadap praktik percaloan, menjamin seluruh proses seleksi dan pembayaran berbasis elektronik dilakukan secara murni dan transparan tanpa melibatkan pihak ketiga. “Undana tidak melibatkan siapa pun atau institusi mana pun dalam seleksi mahasiswa baru. Semua melalui jalur resmi. Proses pembayaran juga langsung disetorkan secara transparan ke rekening resmi Undana,” tegas Dr. Christina. Dengan standardisasi ketat ini, PPDS Undana diharapkan mampu mencetak puluhan spesialis baru yang andal, demi mengakhiri krisis pelayanan medis sekunder di pelosok NTT.
Tentang Universitas Nusa Cendana (Undana)
Universitas Nusa Cendana (Undana) adalah salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Berkomitmen pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, Undana terus berinovasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk memajukan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
Editor : Ollien Manggol – Foto : Aisah


Komentar