GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Dari NTT untuk Indonesia: Kapolda NTT Cetak “Pahlawan Kemanusiaan” Lewat Pelatihan USEFT

Dari NTT untuk Indonesia: Kapolda NTT Cetak “Pahlawan Kemanusiaan” Lewat Pelatihan USEFT

Dari NTT untuk Indonesia: Kapolda NTT Cetak “Pahlawan Kemanusiaan” Lewat Pelatihan USEFT

KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR, 3 Juni 2026 — Suasana berbeda terlihat di Ballroom Hotel Neo Aston Kupang, Rabu pagi. Tidak ada pembahasan strategi keamanan, tidak pula laporan kriminalitas. Yang terdengar justru ajakan untuk menolong sesama, menyembuhkan luka batin, dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.

Di hadapan para peserta Pelatihan dan Sertifikasi The Masterpiece of USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique) Practitioner Class, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menyampaikan sebuah pesan yang menyentuh tentang makna kemanusiaan dan pentingnya kesehatan mental.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2026, itu diikuti Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, para Pejabat Utama Polda NTT, peserta dari berbagai satker, Bhayangkari dan instansi lain serta para Kapolres jajaran yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelatihan menghadirkan Direktur SBMS sekaligus praktisi USEFT berpengalaman Agus E.H., Ketua Yayasan Kesehatan Mental Keluarga, serta para konselor Rumah Bahagia Polda NTT.

Aksi Senyap Burung Hantu Polres Ende: 7 Kasus Kejahatan Terbongkar, Warga Ende Kini Lebih Aman!

Namun bagi Kapolda NTT, pelatihan ini jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan peningkatan kapasitìas.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah ikhtiar untuk melahirkan lebih banyak pribadi yang mampu menjadi cahaya bagi sesamanya,” ujar Kapolda.

Menurutnya, di tengah kehidupan yang semakin kompleks, banyak orang menjalani pergulatan batin dalam diam. Ada yang memendam kesedihan, tekanan hidup, trauma, bahkan keinginan mengakhiri hidup, tanpa diketahui orang lain.

Dalam kondisi seperti itu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan bantuan materi.

“Terkadang yang paling dibutuhkan seseorang adalah kehadiran orang lain yang mau mendengarkan, memahami, dan menguatkan,” katanya.

Kapolres Ende Blusukan, Pastikan 59 Motor Dinas Bhabinkamtibmas Siap Tempur Layani Masyarakat Hingga Pelosok

Mimpi Besar Kapolda NTT

Di balik terselenggaranya pelatihan USEFT di Polda NTT, tersimpan sebuah mimpi panjang yang telah dibangun Kapolda sejak masih menjabat sebagai Kapolres.

Ia mengaku selama bertahun-tahun mencari metode sederhana namun efektif untuk membantu anggota Polri mengatasi berbagai persoalan mental dan emosional yang kerap memengaruhi kinerja maupun kehidupan pribadi.

“Saya selalu berpikir, bagaimana caranya membantu anggota yang sedang bermasalah tanpa harus terus dimarahi atau dihukum. Bagaimana kita bisa melakukan revolusi mental yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Pencarian itu akhirnya mempertemukannya dengan Agus E.H. dan metode Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique (USEFT), sebuah teknik terapi yang berfokus pada penyembuhan emosi dan kesehatan mental secara praktis.

Skandal Korupsi ‘Makan Bergizi Gratis’ Terbongkar: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Dijebloskan ke Penjara, Rompi Pink Jadi Saksi!

Kapolda bahkan menyebut metode tersebut sebagai salah satu teknik kesehatan mental yang paling mudah dipelajari dan diterapkan.

“Saya sudah mengikuti pelatihannya. Hasilnya luar biasa. Teknik ini sederhana, tidak perlu membuka semua cerita atau masalah kepada orang lain, tetapi mampu membantu seseorang menata emosinya dengan lebih baik,” ujarnya.

Bukan Sekadar Sertifikat

Dalam sambutannya, Kapolda berulang kali mengingatkan para peserta agar tidak memandang pelatihan ini hanya sebagai sarana memperoleh sertifikat.

Menurutnya, sertifikat yang diterima nantinya bukan sekadar bukti telah menyelesaikan pelatihan, melainkan simbol tanggung jawab moral untuk membantu orang lain.

“Sertifikat itu adalah amanah. Amanah untuk menghadirkan manfaat, menebarkan kepedulian, dan menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan pendampingan,” tegasnya.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membantu keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat yang sedang menghadapi tekanan psikologis.

Mulailah dari diri sendiri, lalu keluarga, kemudian lingkungan sekitar.

“Bayangkan jika kita bisa membantu seseorang yang depresi menjadi kembali bersemangat. Atau membantu pasangan suami istri yang hampir bercerai menjadi harmonis kembali. Itu adalah kepuasan batin yang luar biasa,” katanya.

Menuju NTT Penuh Kasih

Kapolda juga mengungkapkan visinya untuk membangun gerakan kesehatan mental berbasis kepedulian di Nusa Tenggara Timur.

Ia berharap teknik USEFT tidak hanya dimiliki oleh personel Polri, tetapi juga berkembang di tengah masyarakat luas.

Bahkan dalam waktu dekat, Polda NTT berencana menggelar terapi massal bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026.

Kegiatan tersebut akan melibatkan para peserta pelatihan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

“Ilmu yang kita dapatkan harus diamalkan. Kita ingin menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat NTT,” ujarnya.

Kapolda juga menaruh harapan besar kepada para Bhabinkamtibmas agar suatu saat memiliki kemampuan pendampingan emosional berbasis USEFT.

Menurutnya, kehadiran polisi yang mampu membantu menyelesaikan persoalan mental masyarakat akan menjadi kekuatan baru dalam membangun keamanan dan kesejahteraan sosial.

Melahirkan Pahlawan Kemanusiaan

Menjelang akhir sambutannya, Kapolda menyampaikan pesan yang membuat suasana ruangan menjadi hening.

Ia mengatakan bahwa tidak semua pahlawan hadir dengan seragam atau tanda jasa.

Ada pahlawan yang hadir melalui ketulusan hati, kesabaran mendengar, dan keikhlasan membantu orang lain bangkit dari keterpurukan.

“Saya berharap dari pelatihan ini akan lahir pahlawan-pahlawan kemanusiaan yang menebarkan kasih bagi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Bagi Irjen Pol Rudi Darmoko, keberhasilan terbesar bukan hanya menurunkan angka gangguan kamtibmas atau meningkatkan capaian institusi.

Lebih dari itu, keberhasilan sejati adalah ketika semakin banyak orang mampu hidup lebih bahagia, sehat secara mental, dan saling menolong satu sama lain.

Melalui pelatihan USEFT, Kapolda NTT berharap semangat “NTT Penuh Kasih” tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir nyata dalam tindakan, kepedulian, dan ketulusan seluruh peserta yang kelak menjadi penolong bagi sesamanya.

PoldaNttPenuhKasih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *