GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Prof. Yantus Neolaka, Ilmuwan Undana, Guncang Panggung Dunia: Tembus Top 5% Global!

Prof. Yantus Neolaka, Ilmuwan Undana, Guncang Panggung Dunia: Tembus Top 5% Global!

Prof. Yantus Neolaka, Ilmuwan Undana, Guncang Panggung Dunia: Tembus Top 5% Global!

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan tinta emas di kancah akademik internasional. Salah satu putra terbaiknya dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Prof. Dr. Yantus A.B. Neolaka, S.Pd., M.Si., secara resmi dinobatkan sebagai salah satu dari Top 5% Scientists Worldwide 2026 oleh platform pemeringkatan ilmiah global terkemuka, SciRank Global. Pencapaian prestisius ini tidak hanya mengangkat nama Undana, tetapi juga membuktikan potensi riset luar biasa dari wilayah timur Indonesia.

Berdasarkan rilis terbaru SciRank Global yang dihimpun Humas Undana pada Kamis (11/6/2026), Prof. Yantus, seorang guru besar Program Studi Ilmu Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana, kini berada dalam jajaran elit peneliti dunia. Ia berhasil menunjukkan performa publikasi dan dampak sitasi yang unggul, melampaui 95 persen peneliti aktif lainnya dari berbagai negara yang disurvei.

Mengukur Keunggulan Riset dengan Normalized Composite Score (NCS)

SciRank Global menyusun daftar bergengsi ini melalui evaluasi jutaan peneliti di seluruh dunia. Mereka menggunakan analisis bibliometrik berbasis data terbuka OpenAlex, dengan formula Normalized Composite Score (NCS) sebagai inti penilaian. NCS menitikberatkan pada dua indikator utama secara seimbang:

•Produktivitas Ilmiah: Diukur dari volume atau jumlah karya ilmiah yang berhasil dipublikasikan.

•Dampak Penelitian: Dihitung berdasarkan frekuensi sitasi (pengutipan) karya ilmiah tersebut oleh peneliti lain di seluruh dunia.

Bunda Literasi Lembata Kobarkan Semangat Membaca: Dari Resensi Buku hingga Generasi Berani Tampil!

“Keunggulan OpenAlex sebagai basis data terbuka memberikan peluang yang lebih setara bagi para peneliti dari negara berkembang untuk mendapatkan rekognisi global secara objektif dan terukur,” demikian pernyataan SciRank Global mengenai metodologi mereka.

Meskipun beberapa akademisi mencatat bahwa metodologi SciRank, sebagai sistem pemeringkatan yang relatif baru, masih cukup sederhana dan belum mengintegrasikan indikator lanjutan seperti h-index atau standardisasi sitasi per bidang ilmu, capaian Prof. Yantus tetaplah luar biasa. Dari sekitar 10 juta ilmuwan aktif global yang dianalisis, hanya sekitar 500 ribu yang berhasil menembus kelompok Top 5% terbaik dunia, dan Prof. Yantus adalah salah satunya.

Trilogi Rekognisi Global: Konsistensi yang Berbuah Prestasi

Masuknya nama Prof. Yantus dalam daftar SciRank Global 2026 bukanlah kebetulan semata, melainkan hasil dari konsistensi riset yang panjang dan dedikasi tinggi. Rekognisi internasional ini melengkapi trilogi prestasi global yang telah diukirnya dalam tiga tahun terakhir:

Tahun RilisLembaga PemeringkatKategori PrestasiDetail Catatan
2024Stanford University & ElsevierWorld’s Top 2% ScientistPeringkat ke-51 dari 223.153 akademisi dunia di bidangnya.
2025Stanford University & ElsevierWorld’s Top 2% ScientistMempertahankan posisi berdasarkan basis data Scopus.
2026SciRank GlobalTop 5% Scientist WorldwideMasuk kelompok 500 ribu ilmuwan terbaik dari 10 juta peneliti global.

Rentetan penghargaan yang diraih secara berturut-turut ini menjadi bukti nyata komitmen Prof. Yantus dalam menjaga kualitas dan relevansi penelitian kimianya di tingkat internasional.

Mendobrak Stigma Geografis, Menginspirasi Indonesia Timur

Keberhasilan Prof. Yantus Neolaka menembus jajaran ilmuwan top dunia ini membawa pesan penting bagi lanskap pendidikan tinggi di Indonesia. Prestasi ini secara tegas mematahkan stigma lama bahwa riset berkualitas dunia hanya dapat lahir dari universitas-universitas besar di Pulau Jawa atau negara-negara maju.

Secangkir Kopi, Seribu Gagasan: Merajut Opini Membangun Negeri dari Meja Diskusi

Bagi Undana, capaian ini menjadi modalitas krusial dalam mendongkrak reputasi kelembagaan menuju status universitas berorientasi riset (research university). Rekognisi internasional yang beruntun ini adalah bukti sahih bahwa akademisi dari kawasan timur Indonesia memiliki kapasitas yang sejajar di kancah global. Lebih dari itu, prestasi ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi peneliti muda lainnya di NTT untuk terus berinovasi dan memublikasikan karya ilmiah berkualitas tinggi di jurnal bereputasi dunia.

(Alk)

Editor: Ollien Manggol – Foto: Dokumentasi Humas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *