GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Inspirasi dari Pinggiran: Uskup Larantuka Berkati Kapela St. Andreas Motong, Bupati Lembata Tegaskan Komitmen Pelayanan!

Inspirasi dari Pinggiran: Uskup Larantuka Berkati Kapela St. Andreas Motong, Bupati Lembata Tegaskan Komitmen Pelayanan!

Inspirasi dari Pinggiran: Uskup Larantuka Berkati Kapela St. Andreas Motong, Bupati Lembata Tegaskan Komitmen Pelayanan!

LEMBATA – Sebuah perayaan iman yang penuh makna terjadi di Stasi St. Andreas Motong, Paroki Lerek, Kecamatan Atadei, Lembata. Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, memimpin langsung pemberkatan Kapela St. Andreas Motong dan memberikan Sakramen Krisma pada Minggu (14/6/2026). Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Bayo Tuaq, menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan wilayah pinggiran.

Perayaan Ekaristi yang khidmat dan penuh sukacita ini mengusung tema “Menjadi Bait Allah yang Hidup Dalam Satu Tubuh, Satu Roh dan Satu Harapan”. Tema ini menjadi landasan bagi umat Stasi St. Andreas Motong untuk memperkuat kehidupan menggereja, persaudaraan, dan semangat kebersamaan dalam masyarakat. Kehadiran berbagai tokoh penting, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Asisten Administrasi Umum, Sekretaris Keuskupan Larantuka, Ketua Yayasan Vinea Dei Albertus Gregory Tan, Deken Lembata Romo Blas Kleden, serta pimpinan perangkat daerah, menunjukkan dukungan luas terhadap acara ini.

Yayasan Vinea Dei: Membangun Iman di Pelosok Negeri

Dalam sambutannya, Albertus Gregory Tan, Ketua Yayasan Vinea Dei, berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan panggilannya untuk mengunjungi umat Katolik di pelosok Indonesia. Kapela St. Andreas Motong ini merupakan gereja ke-204 yang berhasil dibangun oleh Yayasan Vinea Dei di seluruh Indonesia. Yayasan ini, yang telah berkarya selama 15 tahun, fokus mendampingi umat di wilayah terpencil dan digerakkan oleh anak-anak muda dari berbagai daerah.

“Umat yang kecil tidak boleh dilupakan. Mereka tetap harus didampingi dan dipelihara agar kehidupan iman mereka terus bertumbuh,” ungkap Albertus, menekankan bahwa ukuran jumlah umat bukanlah penentu utama bantuan, melainkan kebutuhan dan keberlangsungan iman. Ia juga berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan gereja dan pelayanan umat di Keuskupan Larantuka, termasuk Lembata, yang ia harapkan menjadi rumah keduanya selain Jakarta.

Bupati Lembata: Hadir di Pinggiran, Tingkatkan Kesejahteraan

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Uskup Larantuka, Yayasan Vinea Dei, para imam, serta semua pihak yang telah mendukung pembangunan Kapela St. Andreas Motong. Kehadiran Uskup di wilayah terpencil seperti Motong menjadi teladan nyata pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang letak geografis.

Bunda Literasi Lembata Kobarkan Semangat Membaca: Dari Resensi Buku hingga Generasi Berani Tampil!

“Keberadaan Bapak Uskup di kampung kecil ini menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk terus hadir dan melayani masyarakat hingga ke wilayah-wilayah pinggiran,” ujar Bupati. Menanggapi aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan dasar di tengah tantangan fiskal. Ia menyebutkan bahwa seluruh wilayah Lembata telah menikmati layanan listrik, dan program penyediaan air bersih terus dilakukan bertahap.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan optimis membangun daerahnya. “Motong telah membuktikan mampu melahirkan banyak orang hebat yang berkarya bagi sesama. Karena itu masyarakat harus terus percaya diri dan optimis membangun daerahnya,” katanya.

Menyoroti potensi ekonomi, Bupati menegaskan bahwa wilayah Atadei adalah lumbung ekonomi Lembata dengan potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Pemerintah daerah akan terus memfasilitasi pemasaran hasil pertanian. Ia juga mengumumkan kebijakan baru pemerintah daerah yang berpihak kepada petani, yaitu pembelian jagung dengan sistem penimbangan langsung bersama tongkolnya. “Kebijakan ini kami ambil untuk memudahkan petani agar tidak lagi terbebani dengan proses memipil, menjemur, serta menyiapkan sarana pengeringan secara mandiri. Pemerintah hadir untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya, menggarisbawahi fondasi pembangunan Lembata yang berlandaskan semangat Nelayan, Tani, Ternak.

Pesan Uskup: Menjadi Saksi Kristus dan Mengelola Alam dengan Bertanggung Jawab

Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, menyampaikan selamat kepada para krismawan dan krismawati. Ia berpesan agar mereka menjadi saksi Kristus dan membawa keselamatan bagi sesama. Uskup juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata yang terus bersinergi dengan Gereja demi kemajuan masyarakat, serta berharap peningkatan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju Motong, dapat terus ditingkatkan.

Menutup sambutannya, Uskup mengajak seluruh umat untuk tidak hanya memuji Tuhan di dalam kapela yang baru, tetapi juga mewujudkan iman melalui kerja keras, kepedulian terhadap sesama, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab demi kesejahteraan bersama. Pemberkatan Kapela St. Andreas Motong menjadi tonggak penting bagi perkembangan kehidupan iman umat setempat sekaligus simbol nyata kolaborasi antara Gereja, pemerintah, dan berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang beriman, sejahtera, dan berdaya saing.***

Secangkir Kopi, Seribu Gagasan: Merajut Opini Membangun Negeri dari Meja Diskusi

Sumber : ProkompimPemKabLembata

Editor : Redaksi Pe;litadesaNTT.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *