Kemenag Lembata Gelar Rapat Koordinasi TPG: Guru Multi Agama Bersatu Perkuat Kualitas Pendidikan
LEMBATA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lembata menjadi pusat perhatian pada Jumat, 12 Juni 2026, saat ratusan guru multi agama penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) berkumpul dalam sebuah rapat koordinasi. Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pendidik dan instansi dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di Lembata.
Para pendidik agama yang sehari-hari mengabdikan diri di berbagai sekolah, hadir di aula terbuka Kemenag Lembata untuk menyelaraskan berbagai isu krusial. Diskusi hangat meliputi pencairan tunjangan, kendala administrasi, hingga strategi inovatif dalam pembelajaran agama di era digital. Hal ini menunjukkan komitmen para guru untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi demi optimalisasi peran sebagai pendidik.
Seorang peserta rapat yang enggan disebutkan namanya menegaskan pentingnya koordinasi ini. “Kami butuh koordinasi yang solid agar hak-hak kami sebagai guru dan pendidik bagi anak-anak Lembata tidak terabaikan!” ujarnya, menyuarakan aspirasi kolektif para guru.

Pihak Kemenag Lembata menyambut baik inisiatif ini. Dalam rapat terbuka tersebut, pejabat terkait secara aktif mengumpulkan informasi dan menyimak setiap masukan dari para guru. Kepala Kantor Kemenag Lembata, Jamaludin Malik, menjamin tidak akan ada lagi birokrasi yang berbelit-belit dalam proses pencairan TPG.
“Koordinasi adalah kunci,” tegas Jamaludin Malik. “Tanpa komunikasi yang baik antara guru dan instansi, mustahil kita bisa mencetak generasi berakhlak mulia. Makanya, hari ini kita duduk satu meja, satu frekuensi!” tambahnya, menekankan pentingnya kolaborasi.
Di balik suasana rapat yang dinamis, tersimpan harapan besar dari para guru agama. Mereka berharap TPG yang diterima dapat benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas mengajar dan bukan hanya sekadar nominal di rekening. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan nyata, memastikan suara guru agama di Lembata terus bergema dan membawa kemajuan bagi pendidikan daerah. (RAM)


Komentar