Lensa Prodi Eps. 04 : Bukan Sekadar Cetak Guru, PJKR Undana Incar Pasar Industri Melalui Kurikulum Sport Edupreneurship
KUPANG – Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan transformasi besar dalam kurikulumnya untuk melahirkan lulusan yang adaptif terhadap industri olahraga modern. Tidak lagi sekadar mencetak guru olahraga konvensional, PJKR Undana kini memosisikan diri sebagai pusat pengembangan Sport Edupreneurship atau kewirausahaan berbasis olahraga di kawasan Indonesia Timur.
Langkah strategis ini diambil guna menjawab analisis kebutuhan pasar kerja yang menunjukkan tingginya peluang ekonomi di sektor manajemen event, jurnalisme olahraga, hingga industri perlengkapan dan jasa kebugaran.

Inovasi Kurikulum Berbasis OBE
Ketua Prodi PJKR Undana, Ronald Dwi Ardian Fufu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa visi Sport Edupreneurship telah diintegrasikan ke dalam kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Mahasiswa kini dibekali mata kuliah khusus seperti Kewirausahaan Olahraga, Event Olahraga, hingga Jurnalisme Olahraga untuk memperluas spektrum karier mereka pascakelulusan.

“Kami ingin lulusan PJKR tidak hanya kompeten sebagai pendidik, pelatih, atau wasit, tetapi juga memiliki jiwa manajerial dan wirausaha. Mahasiswa kami bekali dengan penguasaan teknologi informasi dan bahasa Inggris agar mampu bersaing di level internasional,” ujar Ronald pada Senin (2/3/2026).
Selain kompetensi profesional, prodi tetap menyematkan mata kuliah penciri universitas seperti Budaya Lahan Kering dan Pendidikan Anti Korupsi sebagai fondasi karakter lulusan.
Peningkatan Mutu Dosen dan Lisensi Nasional
Guna menunjang visi tersebut, PJKR Undana juga memprioritaskan peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui program lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan total 12 dosen tetap yang aktif dalam penelitian hibah bersaing di bawah LP2M, prodi ini optimistis dapat meraih akreditasi unggul.

Peningkatan produktivitas dosen dalam penulisan jurnal, buku, dan book chapter serta kegiatan benchmarking menjadi agenda rutin tahun ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ilmu yang ditransfer kepada 554 mahasiswa aktif tetap relevan dengan dinamika ilmu pengetahuan olahraga global.
Ruang Prestasi dan Antusiasme Tinggi
Antusiasme masyarakat terhadap model pendidikan baru ini terlihat dari tren penerimaan mahasiswa yang stabil dengan pembukaan tiga kelas baru setiap tahunnya. PJKR Undana juga secara berkala menggelar ajang prestasi berskala nasional, mulai dari lomba microteaching, penulisan karya ilmiah, hingga kejuaraan senam tingkat nasional.

“Kami menciptakan ekosistem belajar yang seimbang antara akademik dan non-akademik. Melalui berbagai turnamen seperti futsal, voli, hingga sepak takraw, mahasiswa belajar mengelola event sekaligus mengasah kemampuan teknis mereka,” tambah Ronald.
Dengan roadmap penelitian yang terarah dan kurikulum inovatif, PJKR Undana berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mencetak SDM olahraga yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga berdaya saing secara ekonomi dan profesional di kancah global. (Ing)
Editor : Ollien Manggol – Foto : Aisah
- #UNIVERSITASNUSACENDANAKUPANG
- #NUSATENGGARATIMUR


Komentar