GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Undana Siap Hadapi Era Digital: Regulasi AI dan Program RPL Diluncurkan Demi Integritas Akademik dan Akses Pendidikan

Undana Siap Hadapi Era Digital: Regulasi AI dan Program RPL Diluncurkan Demi Integritas Akademik dan Akses Pendidikan

Undana Siap Hadapi Era Digital: Regulasi AI dan Program RPL Diluncurkan Demi Integritas Akademik dan Akses Pendidikan

Universitas Nusa Cendana Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi, Matangkan Panduan Etis AI dan Buka Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau

KUPANG, 14 Juni 2026 – Universitas Nusa Cendana (Undana), kampus tertua di Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan disrupsi teknologi dengan mematangkan dua inisiatif strategis: regulasi etis penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan peluncuran program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kedua program ini dirancang untuk menjaga integritas akademik sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Kesiapan implementasi kedua program ini dimantapkan dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar secara daring, mempertemukan unsur penjaminan mutu, direktorat akademik, serta jajaran dekanat. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi teknis sebelum kebijakan baru ini disahkan secara legal oleh rektorat.

Memayungi Aktivitas Tri Dharma dengan Batasan Etis AI

Kabar Gembira ASN NTT: Gaji ke-13 Rp 108 Miliar Meluncur Pekan Depan, Dorong Ekonomi Daerah!

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., menegaskan bahwa penyusunan regulasi AI adalah kebutuhan mendesak. Undana tidak memilih opsi melarang penggunaan AI, melainkan membatasi dan mengarahkannya agar kualitas kompetensi lulusan serta orisinalitas karya ilmiah tetap terjaga.

“Rektor akan segera menerbitkan surat keputusan panduan penggunaan AI. Perkembangan teknologi ini tidak bisa dibendung, maka universitas harus hadir memberikan batasan etis yang jelas bagi dosen dan mahasiswa, sebagaimana yang telah diterapkan di UI, UGM, dan IPB,” tegas Prof. Annytha. Kepala Pusat Etik, Pelatihan, dan Monev LP3M Undana, Dr. Yeheskiel A. Roen, S.Si., M.Si., menambahkan bahwa timnya telah merampungkan draf awal panduan AI dan akan melakukan studi komparasi ke Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk penyempurnaan.

Program RPL: Konversi Pengalaman Kerja Menjadi SKS

Paralel dengan perumusan aturan AI, Undana juga bersiap membuka program kuliah jalur RPL untuk kali pertama. Program inovatif ini memungkinkan masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun untuk mengonversinya menjadi Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga masa kuliah menjadi lebih singkat dan efisien.

Guna memuluskan program perdana ini, delegasi Undana akan melakukan studi tiru ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan UPN Veteran Jawa Timur. Kunjungan tersebut difokuskan untuk mempelajari manajemen pembiayaan, sistem validasi portofolio kerja, tata kelola kelas, hingga mekanisme pelaksanaan semester pendek. Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (PPKP) LP3M Undana, Dr. Yetursance Y. Manafe, S.T., M.T., melaporkan bahwa berkas pengajuan izin operasional untuk jenjang Strata 1 (S1) Hukum telah memasuki tahap akhir dan siap diunggah ke sistem SIERRA kementerian.

Beringin Ende Bergoyang: Suhu Politik Memanas Jelang Perebutan Kursi Ketua DPD II Golkar di Muscab 2026

Target Operasional Semester Ganjil

Urgensi dari akselerasi dua kebijakan ini adalah tenggat waktu perkuliahan semester ganjil yang dijadwalkan mulai aktif pada 22 Agustus mendatang. Kepala Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, dan Penjaminan Mutu (LP3M) Undana, Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes., menyatakan seluruh regulasi teknis harus rampung dalam hitungan minggu.

Melalui kombinasi legalitas etika AI dan pembukaan jalur inklusif RPL, Undana berkomitmen menghadirkan ekosistem kampus yang adaptif terhadap teknologi digital namun tetap kokoh dalam menjaga mutu dan integritas akademik di kawasan Indonesia Timur.

Ollien Manggol (Editor)
Dokumentasi Humas Undana

Tangan-Tangan ‘Ajaib’ di Balik Alat Tenun: Bagaimana Ibu-Ibu NTT Menopang Ekonomi Tanpa Banyak Bicara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *